^◕‿◕^ Fauziah Mahir ^◕‿◕^: Nasionalisme (cinta tanah air)

Entry About Shout Friends Follow D'Board


  • Hi... Welcome to my blog. Enjoy it !

Own This Site

Contact Me
18.27 | 0 Cloud(s)
Nasionalisme (cinta tanah air)




TUGAS KELOMPOK
MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA dan KEWARGANEGARAAN SD KELAS RENDAH
NASIONALISME (CINTA TANAH AIR)



Disusun Oleh :
1. Fauziah                       (E1E 213 056)
2. Gita Sutistiasari         (E1E 213 063)
3. Hilda Risa Nopita      (E1E 213 070)
4. Iin Fitria Erlina         (E1E 213 080)
5. Ilhamdi                       (E1E 213 082)
6. Lalu Ari Maulia H     (E1E 213 099)



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR REGULER SORE
UNIVERSITAS MATARAM
NOVEMBER 2015



KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan penulis kemudahan sehingga dapat menyelesaikan tugas mengenai Nasionalisme (Cinta Tanah Air) ini tepat pada waktunya. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penulis tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik.
Tugas ini disusun untuk memenuhi Tugas mata kuliah ”Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan SD Kelas Rendah”. Penulis sudah berusaha menyelesaikan tugas ini sebaik mungkin, akan tetapi penulis menyadari ada banyak kesalahan dan tugas ini masih jauh dari kata sempurna, namun berkat arahan dan bantuan dari berbagai pihak tugas ini dapat penulis selesaikan.
Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dan dosen pembimbing mata kuliah “Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan SD Kelas Rendah”, yaitu Ibu Hairun Nisa M.pd. Semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
        Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan makalah yang telah kami selesaikan ini.
                                                    


Mataram, 20 November 2015


Penulis







DAFTAR ISI

Halaman Judul ....................................................................................................  i
Kata Pengantar ...................................................................................................  ii
Daftar Isi .............................................................................................................  iii
BAB I Pendahuluan
         A.  Latar Belakang ......................................................................................  1
         B.  Rumusan Masalah .................................................................................  2
         C.  Tujuan ....................................................................................................  2
BAB II Pembahasan
A.    Pengertian Nasionalisme........................................................................... 3
B.     Nasionalisme di Indonesia........................................................................ . 5
C.      Penyebab Memudarnya Nasionalisme...................................................... 7
D.    Upaya Menanamkan Nasionalisme Pada Anak......................................... 9
E.     Wujud Sikap Nasionalisme....................................................................... 13
BAB III Penutup
     A.    Kesimpulan .............................................................................................  17
     B.    Saran .......................................................................................................  17

Daftar Pustaka


BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Dalam mencapai kemerdekaan Bangsa Indonesia dahulu para pejuang bangsa berusaha bersatu untuk merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia. Para pejuang bangsa melakukan apa saja untuk membebaskan negeri dari para penjajah, Perjuangan mencapai hasilnya, terlihat pada Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Peristiwa ini merupakan awal dari tumbuhnya kesadaran untuk membentuk suatu Negara dalam satu ikatan nasional yang kemudian mendorong proklamasi 17 Agustus 1945 yang merupakan puncak dari perjuangan dalam merebut kemerdekaan, ini dapat terwujud karena adanya rasa nasionalisme bangsa pada saat itu. Setelah Bangsa Indonesia merdeka selama 65 tahun, rasa nasionalisme dirasakan semakin memudar. Bisa kita lihat dari masyarakat yang lebih menonjolkan kepentingan pribadi atau golongan, sikap fanatisme yang berlebihan, maraknya unjuk rasa yang merusak, tidak menghormati simbol-simbol negara dan melecehkan pimpinan negara, Selain itu juga adanya kemerosotan etika dalam kehidupan berbangsa, pengabaian pemahaman dan kurangnya penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan yaitu Pancasila dan UUD 1945 serta nilai- nilai agama dan budaya serta adat istiadat dan sikap apatis masyarakat terhadap pemerintahan Bangsa Indonesia.
Memudarnya nasionalisme, sebagai akibat persoalan internal dan dampak eksternal atau global tidak dapat dipungkiri seperti masalah yang baru-baru menimpa Negara Indonesia mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, terorisme, dan masalah korupsi yang dilakukan oleh pejabat Negara yang belakangan marak diberitakan. Rasa nasionalisme itu sangat penting sekali bagi bangsa Indonesia untuk bisa menjadi bangsa yang maju, bangsa yang modern, bangsa yang aman dan damai, adil dan sejahtera.

B.                 Rumusan Masalah
a.       Apa Pengertian Nasionalisme ?
b.      Bagaimana Nasionalisme di Indonesia ?
c.       Apa penyebab memudarnya Nasionalisme di Indonesia ?
d.      Upaya apa yang dapat dilakukan untuk menanamkan sikap nasionalisme pada siswa anak (siswa SD) ?
e.       Bagaiman wujud  dari sikap Nasionalisme (cinta tanah air) ?
C.                 Tujuan
a.       Untuk mengetahui Pengertian Nasionalisme ?
b.      Untuk mengetahui Nasionalisme di Indonesia ?
c.       Untuk mengetahui penyebab memudarnya Nasionalisme di Indonesia ?
d.      Untuk mengetahui Upaya apa yang dapat dilakukan untuk menanamkan sikap nasionalisme pada siswa sekolah dasar ?
e.       Untuk mengetahui wujud  dari sikap Nasionalisme (cinta tanah air) ?












BAB II
PEMBAHASAN
A.       Pengertian Nasionalisme
Secara etimologi Nasionalisme berasal dari kata “nasional” dan“isme” yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna :kesadaran dan semangat cinta tanah air; memiliki kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa; memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air, sebangsa dan senegara serta persatuan dan kesatuan.
Adapun nasionalisme menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :
·         Menurut Ernest Renan, Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.
·         Menurut Otto Bauar, Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang.
·         Menurut Hans Kohn, Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri.
·         Menurut L. Stoddard, Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.
     Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nasionalisme adalah kecintaan alamiah terhadap tanah air, kesadaran yang mendorong untuk membentuk kedaulatan dan kesepakatan untuk membentuk negara berdasar kebangsaan yang disepakati dan dijadikan sebagai pijakan pertama dan tujuan dalam menjalani kegiatan kebudayaan dan ekonomi. Jiwa nasionalisme akan tumbuh di tengah masyarakat ketika ada sesuatu yang mengganggu atau mengancam dirinya. Jiwa nasionalisme ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak berpindah-pindah. Saat itu, tentu akan tumbuh naluri untuk mempertahankan negerinya, tempat hidupnya, dan menggantungkan diri. Hal yang serupa  juga tampak pada hewan. Saat ada ancaman dari pihak luar yang hendak menyerang atau mengganggu mereka, maka tumbuhlah semangat untuk dapat mempertahankan diri dari segala ancaman. Namun, ketika suasanya sudah kembali aman, semangat itu akan menghilang. Rasa cinta tanah air ini tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan.
 Cinta Tanah Air merupakan pengalaman dan wujud dari sila Persatuan Indonesia yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah dan masyarakat. Rasa nasionalisme dapat berupa memelihara dan mempertahankan  potensi alam, budaya  daerah, bangga terhadap tanah air, sikap bela negara dari gangguan-gangguan baik dari dalam maupun dari luar negeri, rasa nasionalisme juga ditunjukkan dari usaha masyarakat untuk memajukan negara misalnya di bidang ilmu pengetahuan, olahraga dan banyak lainnya yang dapat mengangkat bangsa ini di mata dunia. Apabila masyarakat Indonesia memiliki rasa nasionalisme bukan hal yang susah menjadikan Negara ini menjadi Negara yang maju.
Ada dua macam nasionalisme, yaitu nasionalisme  dalam arti sempit adalah paham kebangsaan yang berlebihan dengan memandang bangsa sendiri lebih tinggi (unggul) dari bangsa lain. Paham ini sering disebut dengan istilah“Chauvinisme”. Chauvinisme pernah dianut di Italia (masa Bennito Mussolini); Jepang (masa Tenno Haika) dan Jerman (masa Adolf Hitler). Nasionalisme dalam arti luas yaitu paham kebangsaan yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu terhadap bangsa dan tanah airnnya dengan memandang bangsanya itu merupakan bagian dari bangsa lain di dunia. Nasionalisme arti luas mengandung prinsip-prinsip : kebersamaan, persatuan dan kesatuan, dan demokrasi (demokratis).



B.        Nasionalisme di Indonesia
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, suku, ras dan agama. Hal tersebut sangat berkaitan dengan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia. Nasionalisme Indonesia lahir karena penjajahan yang menyebabkan penderitaan dan penindasan berkepanjangan terhadap bangsa Indonesia. Kesadaran nasional bangsa Indonesia dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan dari luar. Faktor dari dalam adalah keadaan yang tertindas, terbelakang, dan penderitaan yang terus-menerus sehingga melahirkan keinginan untuk merdeka, bebas, dan maju. Faktor dari luar adalah kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 dan gerakan kemerdekaan di negara-negara tetangga, seperti Cina, Turki, India, dan Filipina.
Semangat kebangsaan (nasionalisme) di panggung politik internasional tumbuh pada awal abad ke-20 yang ditandai dengan kebangkitan dunia Timur (negara Asia), seperti India, Cina, dan Filipina. Sedangkan di Indonesia ditandai dengan tumbuhnya berbagai organisasi pergerakan, seperti Budi Utomo, Sarikat Islam, Indiche Partij, Perhimpunan Indonesia, Partai Nasional Indonesia, dll.
Perkembangan nasionalisme di Indonesia melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1. Masa perintis, yaitu masa mulai dirintisnya semangat kebangsaan melalui pembentukan organisasi-organisasi pergerakan.
2. Masa penegas, yaitu masa mulai ditegaskannya semangat kebangsaan pada diri bangsa Indonesia.
3. Masa pencoba, yaitu bangsa Indonesia melalui organisasi pergerakan mencoba meminta kemerdekaan dari Belanda.
4. Masa Pendobrak, yaitu masa dimana semangat dan gerakan nasionalisme Indonesia telah berhasil mendobrak belenggu penjajahan dan menghasilkan kemerdekaan.
Nasionalisme Indonesia berarti adanya rasa ingin bersatu, satu perangai dan nasib, serta persatuan antara orang dan tempat. Bangsa Indonesia adalah seluruh manusia yang tinggal secara bersama di wilayah Nusantara dari ujung barat (Sabang) sampai ujung timur (Merauke) dan memiliki Le desir d’etre ensemble dan character gemeinschaft yang telah menjadi satu. Nasionalisme Indonesia tidak bersifat internasionalisme yang bermaksud memperluas wilayah bangsa. Nasionalisme Indonesia tidak bersifat ekspansif karena hal itu tidak sesuai dengan wilayah bangsa yang memiliki Le desir d’etre ensemble dan charaktergemeinschft. Nasionalisme Indonesia juga tidak bersifat sempit (daerahisme, sukuisme, emonasionalisme ) yang hanya mementingkan atau mengutamakan kelompok, wilayah, atau golongan tertentu dalam diri bangsa Indonesia.
Faktor-faktor penting bagi pembentukan nasionalisme Indonesia, yaitu :
1. Persamaan nasib, yaitu penderitaan bersama di bawah jajahan bangsa asing kurang lebih selama 350 tahun.
2. Kesatuan tempat tinggal, yaitu wilayah nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke.
3. Keinginan bersama untuk merdeka, melepaskan diri dari belenggu penjajahan.
4. Cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa.
Nasionalisme bangsa dapat ditingkatkan dan dipertahankan melalui pembentukan alat-alat pemersatu bangsa, di antaranya adalah bahasa persatuan (bahasa Indonesia), bendera negara (Sang Merah Putih), lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambing negara (Garuda Pancasila), semboyan negara ( Bhineka Tunggal Ika), dasar falsafah negara (Pancasila), konstitusi negara (UUD 1945), bentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang berkedau-latan rakyat, konsepsi wawasan nusantara, dan kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional. Pada prinsipnya nasionalisme Indonesia atau nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
1.      Menempatkan persatuan – kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan.
2.      Menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan Bangsa dan Negara
3.      Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia tidak rendah diri.
4.      Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa.
5.      Menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia.
6.      Mengembangkan sikap tenggang rasa
7.      Tidak semena-mena terhadap orang lain
8.      Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
9.      Senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
10.  Berani membela kebenaran dan keadilan
11.  Merasa bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian dari seluruh umat manusia.
12.  Menganggap pentingnya sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

C.       Penyebab Memudarnya Nasionalisme (Cinta Tanah Air) di Indonesia
Rasa nasionalisme (cinta tanah air) pada anak-anak indonesia sekarang ini sudah memudar dan tentunya orang tua selaku ujung tombak untuk membimbing anak-anaknya sekarang sudah kurang peduli lagi.
Berikut ini beberapa penyebab memudarnya nasionalisme (cinta tanah air) :
1.      Faktor Internal
a)      Pemerintahan pada zaman reformasi yang jauh dari harapan para anak, sehingga membuat mereka kecewa pada kinerja pemerintah saat ini. Terkuaknya kasus-kasus korupsi, penggelapan uang Negara, dan penyalahgunaan kekuasaan oleh para pejabat Negara membuat para pemuda enggan untuk memerhatikan lagi pemerintahan.
b)      Sikap keluarga dan lingkungan sekitar yang tidak mencerminkan rasa nasionalisme dan patriotism (cinta tanah air), sehingga para anak meniru sikap tersebut. Para anak merupakan peniru yang baik terhadap lingkungan sekitarnya.
c)      Demokratisasi yang melewati batas etika dan sopan santun dan maraknya unjuk rasa, telah menimbulkan frustasi di kalangan anak dan hilangnya optimisme, sehingga yang ada hanya sifat malas, egois dan emosional.
d)     Tertinggalnya Indonesia dengan Negara-negara lain dalam segala aspek kehidupan, membuat para pemuda tidak bangga lagi menjadi bangsa Indonesia.
e)      Timbulnya etnosentrisme yang menganggap sukunya lebih baik dari suku-suku lainnya, membuat anak lebih mengagungkan daerah atau sukunya dari pada persatuan bangsa.
2.      Faktor Eksternal
a)      Cepatnya arus globalisasi yang berimbas pada moral pemuda. Mereka lebih memilih kebudayaan negara lain, dibandingkan dengan kebudayaanya sendiri, sebagai contohnya para pemuda lebih memilih memakai pakaian minim yang mencerminkan budaya barat dibandingkan memakai batik atau baju yang sopan yang mencerminkan budaya bangsa Indonesia. Para pemuda kini dikuasai oleh narkoba dan minum-minuman keras, sehingga sangat merusak martabat bangsa Indonesia.
b)      Paham liberalisme yang dianut oleh Negara-negara barat yang memberikan dampak pada kehidupan bangsa. Anak cenderung meniru paham libelarisme, seperti sikap individualisme yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan keadaan sekitar dan sikap acuh tak acuh pada pemerintahan.


D.          Wujud Sikap Nasionalisme (Cinta Tanah Air)
Warga negara Indonesia memiliki kewajiban untuk cinta terhadap tanah air Indonesia. Cinta tanah air bukan untuk dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai kegiatan sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing. Seorang pelajar, mahasiswa, buruh, petani, pedagang, pegawai negeri, karyawan, atau pejabat tinggi harus berperilaku mencintai tanah air. Cinta tanah air diartikan suatu sikap yang mementingkan kepentingan bangsa dan negara serta rela berkorban demi kejayaan bangsa dan negara. Jika cinta tidak terbina pada diri setiap warga maka negara akan mudah dilanda kekacauan, pembangunan tidak behasil, pendapatan negara menurun, da pada akhirnya ingkat kesejahteraan dan kesehatan warga sendiri yang akan hancur.
Individu yang memiliki rasa cinta pada tanah airnya akan berusaha dengan segala daya upaya yang dimilikinya untuk melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan dan segala apa yang dimiliki oleh negaranya. Rasa cinta tanah air inilah yang mendorong perilaku individu untuk membangun negaranya dengan penuh dedikasi. Oleh karena itu, rasa cinta tanah air perlu ditumbuhkembangkan dalam jiwa setiap individu yang menjadi warga dari sebuah negara atau bangsa agar tujuan hidup bersama dapat tercapai.
Tugas pemuda adalah untuk tetap menjaga Pancasila dan menjalankan amanat yang terkandung didalamnya. Tentunya,bagaimana menjalankan yang diamanatkan oleh Pancasila tersebut tidaklah hanya mengetahui saja dan menghafalnya, akan tetapi mengimplementasikannya dalam kehidupan kita sehinga menjadi Pancasila yang hidup. Pemuda harus terdepan menyatakan penghormatan terhadap kemajemukan di negeri ini, terdepan dalam menghormati toleransi, dan banyak hal lagi yang dilakukan pemuda dalam mengimplementasikan Pancasila,  satu hal penting yang harus disadari pemuda adalah bahwa pemuda tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab atas problematika bangsa yang dihadapi saat ini.
Sikap nasionalisme dapat diwujudkan dalam banyak hal. Wujud sikap nasionalisme (cinta tanah air)  antara lain sebagai berikut:
1.      Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri
         Mencintai dan menggunakan produk-produk dalam negeri merupakan bagian dari cinta tanah air. Dengan menggunakan produk dalam negeri berarti kita memberi keuntungan kepada warga Indonesia sendiri. Baik pembuatnya ataupun pedagangnya. Berarti juga memberi keuntungan kepada negara. Sebenarnya produk-produk dalam negeri tak takkalah dengan produk luar negeri. Bahkan banyak produk-produk asli buatan Indonesia yang ditiru orang luar negeri.
2.      Tidak merusak lingkungan hidup
        Lingkungan hidup haruslah dijaga kelestariannya. Merusaknya berarti kita tidak mencintai tanah air. Lingkungan hidup yang rusak akan merugikan manusia sendiri.
3.      Ikut serta memelihara fasilitas umum
         Fasilitas umum merupakan sarana yang disediakan oleh pemerintah untuk kebutuhan masyarakat. Contohnya adalah telepon umum, jembatan, halte, kereta api dan lain-lainnya. Jika kita merusak fasilitas umum akan merugikan orang lain dan negara. Kita sendiri juga tidak dapat menggunakannya lagi.
4.      Ikut serta dalam pembangunan bangsa
         Negara kita harus terus membangun agar lebih maju dan kehidupan rakyatnya lebih baik. Bila kita ingin mencintai tanah air, maka kita harus ikut serta dalam pembangunan. Ikut serta dalam pembangunan bisa diwujudkan dengan taat membayar pajak, menjadi pegawai yang baik, dan sebagainya.
5.      Mentaati peraturan yang ada
         Peraturan dibuat agar masya-rakat tertib dan nyaman. Jika kita melanggar peraturan akan merugikan diri kita sendiri. Bahkan orang lain dan negara juga akan dirugikan. Berarti jika kita melanggar peraturan berarti kita tidak cinta tanah air.
6.      Melestarikan budaya bangsa
         Budaya bangsa merupakan kekayaan bangsa. Menjaga kelestarian budaya bangsa berarti mencintai bangsa dan tanah air. Kita harus Bangga dan melestarikan kekayaan budaya yang di miliki bangsa ini dalam kehidupan sehari-hari. Orang asing saja banyak yang mengagumi budaya bangsa kita. Termasuk melestarikan budaya bangsa adalah berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Demi terciptanya persatuan dan kesatuan yang di miliki bangsa Indonesia, yang saat ini mengalami krisis kepribadian akibat pengaruh budaya luar, perkembangan zaman dan teknologi.
7.      Belajar dan Berprestasi
        Kita harus mengarumkan nama sang Merah Putih ini dengan prestasi kita, sampai kita bisa memmbanggakan Negara ini dan masyarakat seisinya. Membuat suatu prestasi-prestasi yang membanggakan baik dalam bidang science, olahraga, tekologi dan sebagainya, karena dengan prestasi tersebut akan membuat negara ini disegani oleh negara-negara lain didunia ini dan bukan lagi dianggap sebagai negara para pecundang.
E.           Upaya Menanamkan Nasionalisme (Rasa Cinta Tanah Air) pada anak
Rasa nasionalisme dapat berupa memelihara dan mempertahankan  potensi alam, budaya  daerah, bangga terhadap tanah air, sikap bela negara dari gangguan-gangguan baik dari dalam maupun dari luar negeri, rasa nasionalisme juga ditunjukkan dari usaha masyarakat untuk memajukan negara misalnya di bidang ilmu pengetahuan, olahraga dan banyak lainnya yang dapat mengangkat bangsa ini di mata dunia. Apabila masyarakat Indonesia memiliki rasa nasionalisme bukan hal yang susah menjadikan Negara ini menjadi Negara yang maju. Penanaman rasa nasionalisme dapat dilakukan di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
1.      Upaya Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air di Sekolah
a)      Melaksanakan Upacara Bendera
Rasa Cinta Tanah Air dapat ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar rasa terhadap cinta tanah air tertananam di hatinya dan dapat menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya misalnya dengan upacara sederhana setiap hari Senin yang di lakukuan di sekolah dengan menghormat bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh bangga, dan mengucapkan Pancasila dengan semangat. Kegiatan seperi ini bisa diarahkan pada lima aspek perkembangan sikap perilaku maupun kemampuan dasar. Pada aspek sikap perilaku, melalui cerita bisa menghargai dan mencintai Bendera Merah Putih, mengenal cara mencintai Bendera Merah Putih dengan merawat dan menyimpan dengan baik, menghormati bendera ketika dikibarkan.
b)         Melatih Siswa Untuk Aktif Dalam Berorganisasi.
Kegiatan anak di luar belajar formal jg melatih inisiatif. Anak yang melibatkan dirinya dlm organisasi, akan berusaha menjadi pribadi yang berguna. Inilah sebabnya, anak menjadi pribadi yang berinisiatif tinggi krn ia merasa diperlukan oleh organisasinya. Anak yang berorganisasi juga cenderung lebih obyektif dalam menilai sesuatu. Ia terbiasa dengan perbedaan dan lebih mudah menerimanya. Anak juga lebih mudah menerima konflik  yang biasa terjadi dalam organisasi.
c)         Melalui Acara Memperingati Hari Besar Nasional.
Kegiatan lain adalah memperingati hari besar nasional dengan kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa secara sederhana dgn menunjukkan miniatur candi dan menceritakannya, gambar rumah dan pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada hari Kartini, serta mengunjungi museum terdekat, mengenal para pahlawan melalui bercerita atau bermain peran.
Bisa jg diintegrasikan dlm tema lain melalui pembiasaan sikap dan perilaku, misalnya mnjga kebersihan dan kelestarian lingkungan, menyayangi sesama penganut agama, menyanyangi sesama dan makhluk Tuhan yang lain, tenggang rasa dan menghormati orang lain. Menciptakan kedamaian bangsa adalah juga perwujudan rasa cinta tanah air.
d)     Melalui Lagu-Lagu Nasional
Yang tidak kalah menariknya adalah menanamkan rasa cinta tanah air melalui lagu. Dengan menyanyi apalagi jika diiringi dengan musik, anak akan merasa senang, gembira, serta lebih mudah hafal dan memahami pesan yang akn disampaikan guru.
e)      Memberikan Pendidikan Moral
Membentuk moral anak bisa dilakukan lewat story telling (dongeng). Kegiatan membaca dongeng dan berdiskusi antara guru dan anak, ini dapat dilakukan di sekolah maupun di rumah.
Anak tentu saja menjadi anugerah terindah bagi setiap orangtua. Namun, ketika sang buah hati beranjak remaja atau dewasa, bisa jadi anak yang telah dibesarkan dan dididik sebaik mungkin, menjadi anak yang tidak mengerti nilai-nilai moral dlm kehidupan.
f)       Memberikan pelajaran tentang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan.
Pancasila adalah jati diri bangsa indonesia, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu bangsa indonesia. Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa indonesia yang majemuk. Mengapa begitu besar pengaruh pancasila terhadap bangsa dan negara indonesia? Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa indonesia.

2.      Upaya  Menumbuhkan Cinta tanah air Pada Anak di Keluarga.
a)      Mendidik anak untuk mencintai budaya, dan alam indonesia dengan mengajarkan dan mengenalkan permainan tradisional.
Sebenarnya permainan tradisional sangat baik untuk melatih fisik dan mental anak. Secara tidak langsung anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional.
Berbeda dengan permainan berteknologi tinggi, permainan tradisional memberikan banyak pembelajaran bagi anak-anak yang pada akhirnya mampu membentuk pribadi yang tidak egois. Pasalnya, permainan tradisional mengajarkan anak-anak untuk selalu patuh pada aturan (hukum), tidak egois, dan mengajarkan anak untuk selalu menjalin hubungan baik dengan sesama teman. Tak ada satupun permainan tradisional yang bisa dilakukan sendirian di rumah. Karena untuk bermain, anak2 butuh seorang atau beberapa orang yang bisa dijadikan partner maupun lawannya.
b)      Memberikan arahan pada anak bahwa indonesia adalah negara yang kuat, besar dan kaya.
Sejak dini perlu di tanamkan pada anak bahwa setiap warga negara dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga dan membangun negara Indonesia tercinta yang penuh akan kekayaan tanpa melihat status, golongan ataupun jabatan.
Hal tersebut seharusnya tidak hanya diucapkan melalui kata-kata atau sebuah wacana tanpa mempraktekannya dalam kehidupan sehar-hari. Siapapun dapat melakukan tanggung jawabnya sesuai peran apapun yang diambilnya.
c)      Mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan dan menjaga lingkungan.
Mengajarkan anak bagaimana menjaga lingkungan akan sangat baik sebagai bekal dan wawasan kedinian bagi anak-anak, mereka akan menyadari peran mereka dalam menjaga lingkungan merupakan fondasi yang kuat untuk memberikan pemahaman yang ideal. Karena kesadaran yang terbangun sejak dini akan sangat membekas bagi mereka.
d)     Mengajarkan dan mencontohkan pada anak untuk mandiri dan bangga dengan produk dalam negeri.
Di era globalisasi ini banyak anak yang sudah mulai lupa dengan identitas bangsanya sendiri. Anak-anak cenderung lebih suka hal-hal yang kebarat-baratan, orang tuapun lebih suka mengajak anakya makan di restoran fast food daripada makan di restoran Indonesia. Hal ini juga membuat anak cenderung terbiasa dengan makanan barat daripada makanan Indonsia. Sebagai orang tua harus mendidik dan memperkenalkan identitas bangsa indonesia pada anak sehingga anak akan lebih mencintai dan mengenal bangsanya sendiri. Mengajarkan anak untuk mencintai sesama dan memiliki rasa empati terhadap sesamanya. Cinta sesama ditanamkan pada anak haruslah dengan mengajarkan perilaku-perilaku menolong. Namun untuk mengajarkannya, tak perlu kita sampai menyediakan waktu khusus tapi cukup dari keseharian. Misal, ibu tengah sibuk menenangkan adik bayi yang rewel sementara si kakak minta dibacakan cerita. Nah, si ayah yang menyaksikan hal itu harusnya tanggap, "Ayah saja, ya, yang bacain. Kan, Ibu lagi repot ngurus adik."
e)      Mengenalkan semangat kepahlawanan pada anak.
Banyak cara untuk mengenalkan semangat kepahlawanan pada anak, diantaranya adalah dengan berdongeng, mendongeng dapat membangun emosi, imaginasi, mengembangankan logika dan adaya khayal, dan juga pengembangan tata bahasa. Orang tua dapat menceritakan bagaimana sulitnya para pejuang untuk memperjuangkan bangsa ini. Penyampaian pesan-pesan melalui berdongeng akan lebih cepat ditangkap oleh anak.

3.      Upaya  Menumbuhkan Cinta tanah air dalam lingkungan masyarakat.
Upaya menanamkan cinta tanah air dilingkungan masyarakat dapat dilakukan dengan cara mengadakan berbagai kegiatan social kemasyarakatan, misalnya kerja bakti. Anak mungkin masih belum banyak membantu suksesnya kerja bakti mengingat tenaga mereka belum kuat namun anak dapat melakukan pekerjaan yang ringan misalnya membuang sampah dan sebagainya. Yang didapatkan oleh anak adalah semangat gotong royong yang merupakan implementasi pancasila sila ketiga. Upaya lainnya adalah dengan mengajarkan anak untuk mencintai lingkungannya. Mencintai lingkungan dapat dilakukan dengan idak membuang sampah sembarangan, menanam pohon atau merawat tanaman dengan baik. Jika lingkungan bersih dan sehat, maka akat tercipta lingkungan yang aman untuk ditempati. Hal lainnya juga dapat dilakukan dengan mengikutsertakan anak dalam kegiatan-kegiatan seperti lomba-lomba tujuh belasan. Selain dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan anggota masyarakat lainnya anak juga akan memahami semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam lingkungan masyarakat.

















BAB III
PENUTUP
A.                Kesimpulan
            Nasionalisme adalah rasa cinta terhadap tanah air, kesadaran yang mendorong seseorang untuk membentuk kedaulatan dan kesepakatan  membentuk negara berdasar kebangsaan dan dijadikan sebagai pijakan pertama dan tujuan dalam menjalani kegiatan kebudayaan dan ekonomi. Nasionalisme Indonesia muncul karena adanya kolonialisme. Penjajahan dan penderitaan yang dialami memunculkan semangat untuk bersatu melawan segala bentuk pejajahan. Berdirinya Boedi Oetomo (1908) menjadi tanda kebangkitan nasionalisme Indonesia yang kemudian diikuti organisasi-organisasi nasional lainnya. Pada kurun waktu 1945-1950, jiwa nasionalisme diperteguh oleh semangat mempertahankan kemerdekaan, serta persatuan dan kesatuan Indonesia.
Nasionalisme (rasa cinta tanah air) dapat diwujudkan pada kehidupan sehari-hari. Misalnya merawat bendera negara, memakai bahasa nasional, belajar dengan giat dan lain sebagainya. Perwujudan dapat ditanamkan dalam di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Menanamkan rasa cinta tanah air dilakukan pada anak usia dini agar anak memiliki jiwa patriot dalam menjaga dan mengharumkan nama bangsa.
B. Saran
Rasa cinta tanah air (nasionalisme) seharusnya kita terapkan di lingkungan keluarga, kampus, tempat tinggal kita, bahkan di manapun kita berada. Misalnya : kita amalkan sikap dan tingkah laku hemat, disiplin dan bertanggung jawab dalam mewujudkan keutuhan dan kebersamaan agar tercapai kebahagiaan lahir batin, di kampus, mewujudkan rasa persatuan dan cinta tanah air dapat kita wujudkan melalui kegiatan-kegiatan sosial, kegiatan-kegiatan mahasiswa yang bersifat positif, dll. kegiatan-kegiatan tersebut dapat berupa gerakan penghijauan, kebersihan, karya wisata, dll. Semangat persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat dapat kita lakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti siskamling, kerja bakti, dll. Dan kegiatan ini seperti itu telah diprogramkan melalui organisasi-organisasi pemuda misalnya Karang Taruna dan KNPI. Sebagai generasi penerus bangsa hendaknya kita dapat mewujudkan sikap dan tingkah laku yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang merugikan diri sendiri atau merugikan masyarakat, misalnya dengan cara menjauhkan diri dari pengaruh narkotika, obat-obatan terlarang, minum-minuman keras, dan perkelahian. Karena hal itu dapat menghancurkan masa depan bangsa dan Negara.























DAFTAR PUSTAKA

         Indra.2008.Pengertian Nasionalisme.(online)
Diakses pada tanggal 20 November 2015.
Okirisa.2013.menanamkan rasa nasionalisme di era globalisasi.(online) (http://okirisa.blogspot.co.id/2013/12/menanamkan-rasa-nasionalisme-di-era.html). Diakses pada tanggal 17 November 2015.
Wartawarga.2010. Pengertian dan Manfaat Cinta Tanah Air. (Online), (http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/pengertian-dan-manfaat-cinta-tanah-air/), diakses pada 17 November 2015.

  





Label: ,

0 Komentar:


Posting Komentar