![]() |
![]() Entry About Shout Friends Follow D'Board |
Own This Site
Contact Me
|
![]() 13.34 | 0 Cloud(s)
BAB I
“PENDAHULUAN”
A Latar Belakang
Setiap manusia memiliki bakat dan kreativitas masing-masing. Tentunya bakat dan kreativitas antara manusia satu dan manusia yang lainnya berbeda. Bakat yang dimiliki manusia, dalam hal ini adalah peserta didik, tidak bisa langsung terihat begitu saja, perlu adanya pengenalan serta pemahaman bakat yang dimiliki. Setelah pengenalan dan pemahaman itu, tentulah kita dapat mengembangkannya dengan optimal.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian bakat?
2. Apa sajakah jenis-jenis bakat?
3. Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi bakat?
4. Bagaimanakah cara mengembangkan bakat pada anak?
5. Apakah pengertian kreativitas?
6. Apa sajakah tahap-tahap perkembangan kreativitas?
7. Apa sajakah factor-faktor yang mempengaruhi kreativitas?
8. Bagaimakah cara megmbangkan kreativitas anak?
9. Bagaimakah hubungan antara bakat dan kreativitas?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian bakat.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis bakat.
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi bakat.
4. Untuk mengetahui cara mengembangkan bakat pada anak.
5. Untuk mengetahui pengertian kreativitas.
6. Untuk mengetahui tahap-tahap perkembangan kreativitas.
7. Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi kreativitas.
8. Untuk mengetahui cara megmbangkan kreativitas anak.
9. Untuk mengetahui hubungan antara bakat dan kreativitas.
BAB II
“PEMBAHASAN”
1. Pengertian Bakat
Menurut KBBI, bakat adalah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak lahir. Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir.
Beberapa ahli juga turut memberikan pemikiran dan mengemukakan definisi bakat, diantaranya:
1. Utami Munandar (1985)
Bakat (aptitude) pada umumnya diartikan sebagai kemampuan bawaan sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud.
2. Kartini Kartono (1979)
Bakat mencakup segala faktor yang ada pada individu sejak awal pertama dari kehidupannya yang kemudian menumbuhkan perkembangan keahlian, kecakapan, dan keterampilan khusus tertentu. Bakat bersifat laten potensial (dalam arti dapat mekar berkembang).
3. Suganda Pubakawatja (1982)
Bakat sebagai benih dari suatu sifat, yang baru akan nampak nyata, jika mendapat kesempatan atau kemungkinan untuk berkembang.
4. William B.Michael
Bakat adalah kemampuan individu melakukan tugas, sedikit atau tidak tergantung pada latihan sebelumnya.
5. Bingham
Bakat adalah kondisi atau seperangkat sifat-sifat yang dianggap sebagai tanda kemampuan individu untuk menerima latihan (respon).
Jadi, disini kita dapat menyimpulkan bahwa bakat adalah potensi yang telah ada sejak seorang individu dilahirkan dan dapat dikembangkan menjadi suatu keahlian, kecakapan dan keterampilan khusus tertentu.
2. Jenis-Jenis Bakat
Menurut Rahayu, ada dua jenis bakat yaitu:
a. Bakat umum, merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki.
b. Bakat khusus, merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki misalnya bakat seni, memimpin, berceramah, olahraga. Bakat khusus ini terbagi lagi menjadi beberapa macam, diantaranya:
- Bakat Verbal, yaitu bakat tentang konsep-konsep yang diungkapkan dalam bentuk kata-kata.
- Bakat Numerikal, yaitu bakat tentang konsep-konsep dalam bentuk angka.
- Bakat bahasa (linguistik), yaitu bakat tentang penalaran analitis bahasa (ahli sastra) misalnya untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, pramuniaga dan lain-lainnya.
- Bakat kecepatan, ketelitian, klerikal, yaitu bakat tentang tugas tulis menulis, ramu-meramu untuk laboratorium, kantor dan dalam kerohanian.
- Bakat Relasi Ruang (spasial), yaitu bakat untuk mengamati, menceritakan pola dua dimensi atau berpikir dalam 3 dimensi. Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga dimensi.
- Bakat Mekanik, yaitu bakat tentang prinsip-prinsip umum IPA, tata kerja mesin, perkakas dan alat-alat lainnya.
- Bakat Abstrak, yaitu bakat yang bukan kata maupun angka tetapi berbentuk pola, rancangan, diagram, ukuran-ukuran, bentuk-bentuk dan posisi-posisinya.
- Bakat Skolastik, yaitu kombinasi kata-kata (logika) dan angka-angka. (Termasuk didalamnya kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional).
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bakat
Bakat sebagai potensi masih memerlukan pengembangan agar dapat diwujudkan dalam bentuk prestasi. Sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus dikelompokkan ke dalam dua golongan: yaitu, Faktor Internal dan Faktor Eksternal.
Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu, diantaranya:
a. Pengaruh unsur genetik, khususnya yang berkaitan dengan fungsi otak bila dominan otak sebelah kiri , bakatnya sangat berhubungan dengan masalah verbal, intelektual, teratur, dan logis dan bila dominan dengan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik, artistik serta atletis
b. Struktur tubuh mempengaruhi bakat seseorang. Seorang yang bertubuh atletis akan memudahkannya menggeluti bidang olah raga atletik.
c. Minat merupakan kecendrungan seseorang untuk melakukan sesuatu secara bersungguh-sungguh.
d. Motif berprestasi juga mempengaruhi perkembangan bakat seseorang karena semakin kuat motif berprestasinya maka keinginannya untuk mengembangkan bakatnya akan semakin kuat.
e. Keberanian mengambil resiko, terutama dalam hal mengambil keputusan yang menyangkut dengan pengembangan dan pengoptimalan bakatnya.
f. Keuletan dan ketekunan, dua hal ini sangat berpengaruh dalam pengembangan bakat karena tanpa ulet dan tekun seseorang tidak akan mungkin mampu mengoptimalkan bakatnya untuk memperoleh suatu kecakapan ataupun keterampilan tertentu.
Factor Eksternal merupakan factor yang berasal dari luar diri(lingkungan) individu, diantaranya:
a. Pola asuh orang tua: biasanya anak diasuh oleh orang tua yang over protective, akan lebih susah mengembangkan bakatnya daripada anak yang diasuh oleh orang tua yang demokratis.
b. Lingkungan bermain.
c. Sarana dan prasarana; memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan bakat seseorang karena jika sarana dan prasarananya bagus maka kemungkinan untuk mengembangkan bakat secara optimal juga akan semakin bagus.
4. Cara Mengembangkan Bakat Pada Anak
Semua anak memiliki bakat khusus yang perlu diperhatikan dan dipelihara sehingga pendidikan mereka di sekolah dan dalam kehidupan mereka selanjutnya menjadi lebih baik. Dalam mengembangkan bakat anak, ada beberapa pihak yang memiliki peranan penting di dalamnya antara lain, orang tua dan guru. Berikut ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan baik oleh orang tua ataupun guru untuk membantu mengembangkan bakat pada anak secara optimal, yaitu:
a. Pengamatan (observasi)
Amati apa saja yang menjadi kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang menonjok pada anak (gerakan motorik, kondisi mental, cara berbahasa, dsb)
b. Beri Kesempatan
Biarkan anak mencoba aktivitas yang beragam, termasuk juga kegiatan yang ia ingin lakukan di luar ruangan (outdoor activity) Olah raga, melukis, musik, menulis dan sebagainya.
c. Bantu Agar Ia Yakin
Anak perlu dibantu agar ia dapat yakin dan fokus pada dirinya sendiri. Hal ini diperlukan untuk memperkuat kepercayaan dirinya.
d. Kembangkan Konsep Diri
Orang tua, guru dan lingkungan terdekat perlu membantu anak untuk mengembangkan konsep diri positif pada anak.
e. Perkaya Dengan Berbagai Ilmu
Kesenian, ilmu pengetahuan, sosial atau ilmu bahasa perlu diperkaya untuk anak. Hal tersebut bertujuan agar ia dapat belajar memiliki wawasan yan luas sejak dini.
f. Tingkatkan Minat Anak
Usahakanlah dengan berbagai cara untuk meningkatkan minatnya agar ia belajar dan menekuni bidang keunggulannya dan juga bidang lainnya yang berkaitan.
g. Tingkatkan Motivasi
Melatih dan mengembangkan kemampuan anak adalah tujuan utama dalam memotivasi dia.
h. Stimulasi
Luaskan kemampuannya dari bakat satu ke bakat lainnya. Bebaskanlah anak untuk mengutarakan dan berpendapat tentang hal-hal yang berhubungan dengan minat-minat dan bakatnya.
i. Reward
Berikan pujian dan penghargaan atas usaha yang ia lakukan. Tentu saja pujian yang tulus dan bukan dibuat-buat.
j. Menjadi Fasilitator
Untuk mengembangkan bakatnya, anak perlu difasilitasi dengan apa yang ia perlukan. Jangan buru-buru menyerah jika hal ini bersinggungan dengan biaya. Gunakanlah kreatifitas, dan bahkan anak bisa diajak memecahkan masalah ini.
k. Terus Dukung
Dukunglah anak saat mengalami kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
l. Menjaga Hubungan
Hubungan yang baik dan akrab juga diperlukan agar pengembangan minat dan bakatnya berjalan baik.
5. Pengertian Kreativitas
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau bersifat (mengandung) daya cipta (pekerjaan yang menghendaki kecerdasan dan imajinasi manusia).
Selain pengertian kreativitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia di atas, para ahli juga banyak yang mengungkapkan pendapatnya dengan apa yang disebut kreativitas, beberapa diantaranya yaitu:
a. Menurut Utami Munandar (1995 : 25), kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.
b. Menurut Imam Musbikin (2006 : 6), kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat hubungan yang baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soal-soal yang ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di jawab.
c. Menurut Sternberg (1988), kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis, yaitu intelegensi, daya kognitif, dan kepribadian/motivasi.
d. Baron (1969) menyatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru.
e. Menurut Supriyadi dalam Yeni Rachmawati dan Euis Kurniati (2005 : 15) mengutarakan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada.
f. Menurut Rhodes, kreativitas didefinisikan sebagai 4P yaitu “Person, Process, Press, Product”. Keempat “P” ini saling berkaitan, yaitu Pribadi (Person) kreatif yang melibatkan diri dalam proses (Process) kreatif, dan dengan dorongan dan dukungan (Press) dari lingkungan, menghasilkan produk (Product) kreatif.
Berdasarkan uraian pengertian kreativitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah suatu kemampuan untuk menciptakan ide-ide baru yang berbeda dari apa yang sudah ada dan dapat digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan berdasarkan hasil berfikir dan imajinasi manusia.
6. Tahap – Tahap Pengembangan Kreativitas
Di dalam buku karangan Muhammad Ali dan Asrori yang berjudul Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik disebutkan ada 4 fase atau tahapan dari pengembangan kreativitas yaitu:
a. Persiapan
Individu berusaha mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Individu mencoba memikirkan alternatif pemecahan terhadap masalah yang dihadapi. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, individu mencoba mejajaki jalan yang mungkin ditempuh untuk memecahkan masalah tersebut. Namun, pada tahap ini belum ada arah yang tetap meskipun telah mampu untuk mengeksplorasikan berbagai alternatif pemecahan masalah.
b. Inkubasi
Individu seakan-akan melupakan masalah yang dihadapinya, melepaskan diri dari masalah yang dihadapinya untuk sementara waktu, dalam artian tidak memikirkan secara sadar melainkan mengendapkan dalam alam prasadar. Proses ini bisa lama, bisa pula sebentar sampai kemudian timbul inspirasi untuk pemecahan masalah.
c. Iluminasi
Inspirasi atau gagasan-gagasan baru timbul serta proses-proses psikologi yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru. Ini timbul setelah diendapkan dalam waktu tertentu.
d. Verifikasi
Gagasan yang timbul dievaluasi secara kritis dan konvergen serta menghadapkan pada realitas. Pada tahap ini, pemikiran dan sikap spontan harus diikuti oleh pemikiran selektif dan sengaja. Penerimaan secara total harus diikuti oleh kritik. Firasat diikuti pemikiran logis. Keberanian diikuti oleh kehatian-hatian dan imajinasi diikuti oleh pengujian yang realitas.
Berdasarkan fase-fase yang telah disebutkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa suatu kreativitas tidak muncul begitu saja akan tetapi ia akan muncul setelah melewati serangkaian proses psikologis yang bertahap.
9. Hubungan Antara Bakat dan Kreativitas
Anak dikatakan memiliki daya kreativitas tinggi tidak terlepas dari yang namanya bakat. Karena bakat menjadi pendorong utama untuk seseorang mengembangkan kreativitas. Namun, kreativitas juga tidak harus murni terbentuk dari adanya bakat sehingga yang tidak berbakat dalam suatu bidang tidak bisa berkembang, karena anak dapat berlatih sehingga terbentuk anak kreatif. Tetapi akan lebih maksimal jika sudah ada bakat kemudian dikembangkan, pastinya akan memunculkan kreativitas dengan berbagai ide – ide baru.
Banyak pakar atau praktisi setuju dengan pernyataan “jika anak atau orang beraktivitas sesuai dengan bakat yang ada pada dirinya, maka otomatis dia akan kreatif.” Hanya saja pernyataan mereka terkadang tidak secara langsung mengaitkan hubungan antara bakat dengan kreativitas.
Marcus Buckingham dalam bukunya yang berjudul “Go Put Your Strengths to Work” mengatakan “Anda mungkin tidak kreatif di semua bidang, tetapi secara umum tingkat kreativitas Anda mencapai pada puncaknya ketika Anda beraktivitas di wilayah kekuatan Anda”.
Bakat sangat berkaitan dengan kreativitas. Kreativitas dapat dilihat dari konsep 4 P yaitu Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk. Menurut Teori Ambang Intelegensi menunjukan bahwa sampai seputar IQ 120, ternyata ada hubungan antara intelegensi dan kreativitas. Kreativitas rata – rata diperoleh dari pengetahuan dan pengalaman hidup.
BAB III
“PENUTUP”
A. Kesimpulan
1. Bakat adalah potensi yang telah ada sejak seorang individu dilahirkan dan dapat dikembangkan menjadi suatu keahlian, kecakapan dan keterampilan khusus tertentu.
2. Ada dua jenis bakat yaitu: bakat umum dan bakat khusus. Bakat khusus terbagi menjadi beberapa macam yaitu:, Bakat verbal, bakat numerikal, bakat bahasa (linguistik), bakat kecepatan, bakat relasi ruang (spasial), bakat mekanik, bakat abstrak, bakat skolastik,
3. Ada 2 faktor yang mempengaruhi pengembangan bakat seseorang yaitu factor internal ( genetik, struktur tubuh, motif berprestasi, keberanian mengambil resiko, dan ketekunan serta keuletan) dan factor eksternal ( pola asuh orang tua, lingkungan bermain dan sarana prasarana).
4. Orang tua dan guru memiliki peranan penting dalam mengembangkan bakat pada anak, adapun hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan observasi(pengamatan), beri kesempatan untuk mengembangkan bakatnya, bantu agar ia yakin, kembangkan konsep diri, perkaya anak dengan berbagai ilmu, tingkatkan minat dan motivasi anak, beri stimulasi, beri penghargaan /pujian pada anak, menjadi fasilitator, terus dukung dan jagalah hubungan yang baik dengan anak.
5. Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk menciptakan ide-ide baru yang berbeda dari apa yang sudah ada dan dapat digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan berdasarkan hasil berfikir dan imajinasi manusia.
6. Ada beberapa tahap – tahap pengembangan kreativitas yaitu tahap persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi.
7. Bakat dan kreativitas memiliki hubungan yang sangat erat, karena perkembangan bakat juga akan mempengaruhi pengembangan kreativitas.
![]() |
0 Komentar:
Posting Komentar