![]() |
![]() Entry About Shout Friends Follow D'Board |
Own This Site
Contact Me
|
![]() 13.47 | 0 Cloud(s)
TUGAS
KELOMPOK
MATA
KULIAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(EVALUASI
HASIL TINDAKAN)
Dosen
Pengampu Mata Kuliah
I
Nyoman Karma
Disusun oleh :
1.Fauziah
M (E1E 213 056)
2.Fikratul
Khaer (E1E 213 056)
3.Jianti
Fitriani (E1E 213 056)
4.Helmi
Rosdiana Eta (E1E 213 068)
5.Huswatun
Hasanah (E1E 213 074)
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI MATARAM
OKTOBER
2015
Kata
Pengantar
Dengan
segala kerendahan hati, penulis panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang
telah melimpah dan mencurahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis bisa
menyelesaikan tugas kelompok mata kuliah
Penelitian Pendidikan “ Evaluasi Hasil Tindakan “.
Makalah
ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan dan sumber ilmu
tambahan untuk pembaca agar lebih memahami mengenai evaluasi hasil tindakan.
Pada kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses
penyelesaian makalah ini dan juga kepada dosen mata kuliah belajar dan pembelajaran bapak I Nyoman Karma
yang telah membimbing penulis. Penulis menyadari bahwasanya dalam penulisan laporan
ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik
maupun saran dari pembaca yang bersifat membangun.
Mataram, 18 Oktober 2015
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Dalam penelitian pendidikan kelas,
evaluasi mempunyai arti yang berbeda
antara guru satu dengan guru yang lainnya, tergantung latarbelakang
keahlia dan bidang ilmu yang digelutinya. Menurut Cross (19973:5), evaluasi
merupakan proses ang menentukan kondisi di mana suatu tujuan telah dapat
dicapai. Defifnisi lain, menurut Good (1973) evaluation is the process of ascertaining or judgning value or amount
of something by use of a standard of appraisal (evaluasi adaalah suatu proses memastikan
atau untuk menentukan nilai sesuatu dengan menggunakan penilaian baku).
Sedangkan menurut buku panduan dari Direktorat Ketenagaan Pendidikan Nasional
Jakarta, evaluasi adalah proses penilaian tentang kepantasan atau kemanfaatan
dari suatu proses penelitian.
Evaluasi selalu mengandung proses dan
objek yang dievaluasi. Proses evaluasi harus bisa mengakomodasi informasi yang
diperlukan. Sedangkan objek atau subjek perlu memiliki indicator yang jelas dan
dapat dicapai. Karena tidak semua perilaku dapat dinyatakan dengan alat
evaluasi yang sama, maka evaluasi menjadi salah satu hal yang sulit, menatang,
dan perlu disadari oleh para guru peneliti kelas. Beberapa tingkah laku yang
dapat dikelompokkan menjadi tiga ranah, yaitu pengetahuan intelektual (cognitive), keterampilan (skills) yang menghasilkan tindakan, dan
bentuk lain values dan attutudes atau yang dikategrikan ke dalam affective domain.
Dari beberapa batasan tersebut,
evaluasi dalam penelitian tindakan kelas tidak lain merupakan usaha
sistematis yang dilakukan oleh para
peneliti, guna menentukan apakah tujuan penelitian telah dapat dicapai atau belum.
Mengingat evaluasi dalam penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan yang
dilakukan di tengah atau menjelang akhir implementasi penelitian, maka
informasi yang berupa ketersediaan bahan laboratrium, peneliti sudah terlibat
dalam setiap langkah penelitian atau hambatan yang mungkin menggagalkan
penelitian tindakan kelas. Evaluasi dalam hal ini juga merupakan bagian dari
usaha penjaminan mutu, yang mencakup proses dan hasil penelitian tindakan kelas
yang dilakukan oleh para guru-peneliti.
Oleh karena itu, tim evaluasi juga
perlu membawa pedoman penelitian sebagai dasar diskusi atau berinteraksi dengan
para guru-peneliti. Dengan melakukan suatu evaluasi berarti sangat berhati-hati
karena ingin mengetahui apakah langkah-langkah yang telah direncanakan atau dilakukan
sudah berjalan dengan baik dan hasilnya sesuai yang diharapkan. Jika belum
berhasil, maka harus mengetahui bagian mana yang belum sesuai dan apa yang
menyebabkan hal tersebut.
2.
Rumusan Masalah
A. Apa
saja fungsi dari evaluasi ?
B. Apa
sasaran dan kriteria evaluasi ?
C. Apa
saja metode, teknik dan alat evaluasi ?
D. Siapa
saja yang termasuk dalam pelaku evaluasi ?
E. Bagaimana
perencanaan evaluasi ?
F. Seperti
apa pemanfaatan hasil evaluasi ?
3.
Tujuan
A. Untuk
mengetahui fungsi dari evaluasi
B. Untuk
mengatahui apa sasaran dan kriteria evaluasi
C. Untuk
mengetahui metode, teknik dan alat evaluasi
D. Untuk
mengetahui pelaku evaluasi
E. Untuk
mengetahui perencanaan evaluasi
F. Untuk
mengetahui pemanfaatan hasil evaluasi
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Fungsi Evaluasi
Menurut Arifin,
(2011:35) Evaluasi adalah alat untuk mengukur sejauh mana keberhasilan siswa
dalam proses pembelajaran. Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan
mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi
perubahan terhadapa peserta didik dan sejauh apakah perunahan tersebut
mempengaruhi kehidupan peserta didik. Dalam Evaluasi PTK, kita dapat gunakan
untuk menilai keberhasilan atau dapat mengetahui sejauh mana hasilnya terhadap
hal-hal yang telah direncanakan atau dilakukan dalam PTK . Dengan melakukan
suatu evaluasi berarti sangat berhati-hati karena ingin mengetahui apakah
langkah-langkah yang telah direncanakan atau dilakukan sudah berjalan dengan
baik dan hasilnya sesuai yang diharapkan. Jika belum berhasil, maka harus
mengetahui bagian mana yang belum sesuai dan apa yang menyebabkan hal tersebut.
Dalam tahap evaluasi berarti peneliti melakukan hal-hal yang dapat memberikan
gambaran tentang hasil yang telah ditelitinya. Apakah hasilnya sesuai dengan
apa yang telah direncanakan sebelumnya.
Adapun Fungsi
pokok dari evaluasi tindakan adalah menentukan tingkat keberhasilan dan
pencapaian tujuan tindakan. Evaluasi juga berfungsi untuk mengetahui, jika ada
hasil sampingan dari pelaksanaan tindakan, baik yang positif maupun yang
negatif. Contoh suatu tindakan bertujuan meningkatkan prestasi belajar IPA melalui belajar kelompok atau belajar kooperatif.
Evaluasi dari tindakan tersebut adalah mengetahui seberapa besar terjadinya
peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkan belajar kelompok. Akan tetapi,
bukan tidak mungkin bahwa yang diperoleh bukan saja peningkatan prestasi
belajar, tetapi juga sikap lebih senang belajar IPA, dan konsep diri yang lebih
baik dalam pelajaran IPA.
2. Sasaran Dan Kriteria Evaluasi
Sasaran dari
evaluasi adalah untuk menemukan informasi tentang bukti konkret adanya
perbaikan dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Bukti konkret ini dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu bukti secara negative dan positif. Bukti negative berisi informasi tentang hasil
temuan yang merupakan bukti nyata yang dapat berupa hambatan atau kesulitan
yang muncul, sehingga menghambat pelaksanaan penelitian. Bukti positif merupkan
kegiatan atau factor pendorong yang muncul selama proses penelitian, sehingga mendukung
tercapainya tujuan penelitian.
Peningkatan dapat
mengenai proses belajar-mengajar, dan dapat mengenai hasil belajar. Perubahan
yang terjadi dapat dialami oleh individu, dapat pula dialami oleh kelas atau
kelompok murid. Dalam mata pelajaran tertentu, setiap siswa dapat mengalami
peningkatan, misalnya rata-rata nilai tes hasil belajar, bertambah baiknya
iklim kelas. Kemampuan kerja kelompok menjadi lebih baik, yang pada gilirannya
juga akan memacu motivasi belajar. Kondisi demikian tidak lepas dari kemampuan
profesional guru.
Perbedaan mendasar
antara pemantauan dan evaluasi adalah pemantauan memusatkan perhatian pada
proses pelaksanaaan tindakan, sedangkan evaluasi memusatkan perhatian pada
hasil yang dicapai setelah satu tahapan tindakan dipandang memadai.
Setiap evaluasi
senantiasa membutuhkan kriteria sebagai acuan untuk mempertimbangkan dan
memberikan makna terhadap apa saja yang dicapai setelah pelaksanaan tindakan. Seorang
evaluator penelitian tindakan kelas sebaiknya dalam melakukan evaluasi
pelaksanaan penelitian tindakan, memiliki indicator kriteria yang baik.
Kriteria indicator yang baik mencakup jelas sumbernya dan jelas target atau
sasarannya, sehingga jika dikomunikasikan dengan para guru-peneliti, mereka
dapat menerima dan kemudian bekerjasama dalam melakukan kegiatan perbaikan.
Kriteria dapat
bersifat normatif atau relatif dan dapat pula kriteria absolut. Kriteria normatif dapat berasal dari dalam
dan luar. Kriteria dalam adalah keadaan sebelum tindakan. Apabila ternyata keadaan
setelah tindakan lebih baik, dapat dikatakan bahwa tindakan telah berhasil.
Akan tetapi, kalau tidak ada perbedaaan atau bahkan lebih jelek, tindakan
dianggap belum berhasil atau gagal. Kriteria luar adalah keadaan kelompok lain
yang tidak dikenai tindakan sehingga dipertanggungjawabkan bahwa kalau pada
akhirnya lebih baik, hal tersebut dikarenakan pengaruh tindakan. Kriteria
absolut berasal dari sumber ideal, misalnya bersumber pada teori yang relevan
dengan hasil tindakan, ideologi, peraturan, dan kebijakan.
Dengan demikian,
hasil tindakan diukur dan dibandingkan dengan kriteria absolut tersebut.
Evaluasi dituntut mampu menilai apakah
dengan dilaksanakannya tindakan dapat semakin mendekati kriteria absolut
tersebut. Dalam evaluasi, kriteria berfungsi sebagai pembanding untuk
menentukan tingkat keberhasilan tindakan. Tingkat keberhasilan ini ditentukan
berdasarkan pertimbangan yang matang oleh guru atau peneliti. Agar pertimbangan
tersebut bisa dilakukan dengan baik, disamping perlu ditunjang dengan data yang
cukup, peneliti dapat meminta pertimbangan dari teman sejawat, kepala sekolah,
penilik sekolah dan jika perlu orang tua siswa dan masyarakat. Tentu saja,
pertimbangan tambahan tersebut sangat bergantung pada permasalahan. Kalau
permasalahannya tidak menyangkut orang tua siswa, tidak perlu pertimbangan dari
orang tua siswa.
3. Metode, Teknik dan Alat Evaluasi
Jika evaluasi
bertujuan untuk mengumpulkan informasi, maka teknik adalah metode yang
digunakan agar tujuan evaluasi yaitu menggali informasi tentang peserta didik
dapat tercapai. Secara garis besar ada dua kelompok teknik evaluasi dapat
digunakan oleh seorang guru dalam usahanya mencari informasi yang diperlukan.
Kedua kelompok tersebut yaitu tes dan non tes. Pertama teknik evaluasi
menggunakan cara tes, yang didalamnya berupa satu set atau lebih item
pertanyaan atau pertanyaan yang relevan dengan tujuan tes digunakan oleh
seorang guru. Dari teknik evaluasi menggunakan tes ini, dilihat dari aspek
peranannya suatu tes dapat dibedakan menjadi, sebagai berikut :
a.
Tes Diagnostik
Tes ini adalah tes yang digunakan
untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga dengan mengetahui kelemahan
siswa tersebut, maka kita bisa memperlakukan siswa tersebut dengan tepat.
Materi tes yang ditanya dalam tes diagnostik biasanya mengenai hal-hal tertentu yang juga merupakan pengalaman sulit
bagi siswa. Tes ini dapat dilaksanakan dengan cara lisan, tulisan, atau dengan
mengkolaborasi kedua cara tes. Dalam catatan, tes ini hanya untuk memeriksa,
jika hasil pemeriksaan tersebut membuktikan kelemahan daya serap siswa terhadap
suatu pembelajaran. Maka akan dilakukan pembimbingan secara khusus kepadanya.
b.
Tes Formatif
Tes ini merupakan tes hasil belajar
yang tujuannya untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai pelajaran setelah
mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan, tes ini dilaksanakan
biasanya di tengah-tengah perjalanan program pembelajaran. Tes ini juga disebut
dengan “ujian harian”. Materi tes ini adalah materi yang telah di sampaikan
kepada siswa sebelumnya. Soalnya bisa dalam tingkat mudah maupun sulit. Dalam
tes ini, jika siswa telah menguasai materi yang telah diajarkan dengan baik,
maka guru akan menyampaikan materi selanjutnya. Dan apabila materi belum dapat
dikuasai secara menyeluruh, maka guru harus mengajarkan bagian materi yang
belum dipahami.
c.
Tes Sumatif
Tes ini tidak asing bagi siswa,
karena tes ini adalah tes akhir dari program pembelajaran. Tes ini juga bisa
disebut EBTA, tes akhir semestes, UAN. Tes ini dilaksanakan pada akhir program
pembelajaran. Seperti setiap akhir semester, akhir tahun. Materinya yang dites
adalah materi yang telah diajarkan selama satu semester. Dengan demikian materi
ini lebih banyak dari materi yang ada
pada tes formatif. Tes ini biasanya dilakukan dengan cara tulisan, dan biasanya
siswa memperoleh soal yang sama satu sama
lain. Tes ini memiliki tingkat tes yang sukar atau lebih berat dari tes
formatif. Dengan ada tes ini maka kita bisa menentukan peringkat atau rangking
siswa selama program pembelajaran, dan
juga tes ini menentukan kelayakan seorang siswa untuk mengikuti program
pembelajaran selanjutnya.
Kedua teknik
evaluasi melalui non tes. Tes ini tidak menggunakan item pertanyaan atau
pertanyaan seperti disebutkan diatas, tetapi tes ini menggunakan metode lain
untuk memperoleh data atau informasi yang diperlukan. Yang termasuk teknik
evaluasi non tes diantaranya sebagai berikut.
a.
Rating yaitu alat tes yang memberikan
nilai angka untuk semacam pertimbangan (judgment) suatu objek yang dievaluasi
atas dasar persepsi atau pilihan evaluand.
b.
Questionaires atau angket merupakan teknik
evaluasi yang menggunakan angket untuk dijawab oleh responden sesuai dengan
pilihan responden.
c.
Wawancara, teknik evaluasi yang menekankan
adanya pertemuan secara langsung antara evaluator dengan yang dievaluasi
d.
Observasi, teknik evaluasi yang menekankan
pada penggunaan indera penglihatan. Agar hasilnya dapat maksimal pada umumnya
seorang evaluator menggunakan cek list, yakni alat evaluasi yang banyak
digunakan sebagai pelengkap teknik observasi.
e.
Dokumentasi merupakan teknik evaluasi yang
menekankan pada aspek data tertulis atau dokumen yang berkaitan erat dengan
informasi tentang siswa. Data dokumentasi ini termasuk riwayat hidup peserta
didik.
Mengingat
banyaknya teknik evaluasi yang mungkin dapat diakses oleh seorang guru atau
evaluator, maka seorang guru perlu mempertimbangkan beberapa butir penting
berikut:
a.
Pemilihan teknik evaluasi yang hendak
digunakan oleh seorang guru sebaiknya tepat dan sesuai dengan tujuan
pembelajaran peserta didik.
b.
Pemilihan teknik evaluasi, sebaiknya
memberikan kemungkinan melakukan evaluasi diri yangpada prinsipnya menekankan
dua hal penting yaitu (a) para siswa dapat berpartisipasi dalam melakukan
skoring dan tes, dan (b) para siswa dapat berpartisipasi dalam menentukan nilai
atau grade.
c.
Variasi teknik yang diterapkan untuk
peserta didik sebaiknya dipertimbangkan secara teliti oleh guru, sebelum teknik
tersebut diaplikasikan pada peserta didik.
Setiap evaluasi
selalu didahului dengan aktivitas pengumpulan data, baik data kualitatif atau
data kuantitatif.. Adapun tentang metode dan alatnya terdapat berbagai
kemungkinan bergantung pada hal-hal yang dapat diamati dari keberhasilan yang
dicapai.
Tabel Metode Evaluasi
Alat pengumpulan data tersebut beragam, ada
yang sederhana dan ada yang tidak sederhana. Penggunaan alat-alat tersebut
disesuaikan dengan sifat datanya. Alat evaluasi yang umumnya dipakai oleh
evaluator antara lain adalah tes hasil belajar,tes kemampuan, inventory atau
skala sikap, pedoman observasi, daftar cek, skala peringkat terstruktur,
panduan wawancara bebas/terbuka, panduan wawancara terstruktur, pedoman
analisis dokumen. Penentuan alat evaluasi hendaknya sesuai dengan tujuan dan
pertanyaan evaluasi yang dikemukakan sebelumnya. Sebagai contoh, jika akan
mengevaluasi kemajuan prestasi siswa dalam beberapa mata pelajaran, hendaknya
menggunakan tes tertulis sebagai alat evaluasi. Contoh lain jika akan
mengevaluasi minat dan bakat siswa, bisa menggunakan tes lisan, wawancara, atau
pengukuran sikap.
Dalam penelitian
tindakan kelas, alat evaluasi tidak perlu diartikan sebagai alat yang rumit,
sudah baku dan cenderung menimbulkan kesan sulit. Alat pengumpulan data
evaluasi bisa dibuat secara sederhana, baik penyusunannya maupun cara
penggunaannya, dan yang penting adalah dapat menghasilkan data yang jelas,
bermakna, dapat dimanfaatkan dengan mudah. Guru dapat mempersiapkan dan
memakainya sendiri. Bagi guru yang kurang berpengalaman dalam pengumpulan data
evaluasi, dia dapat meminta bantuan kepada peneliti yang menjadi mitra kerjanya
dalam penelitian tindakan kelas.
Ø Contoh
menggunakan teknik nontes.
Contoh
Lembar Pengamatan Tentang Proses Pembelajaran dalam PTK
Hari/tanggal : … … … …
Tempat/lokasi : … … … …
Waktu : … … … …
Ø Rumus
untuk menentukan nilai dari tabel diatas:
N = SM x
100
Ø Keterangan:
N : Nilai
SM : Skor mentah. Skor yang diperoleh dari hasil pengamatan
peneliti/guru.
SMI : Skor maksimum ideal. (Skor maksimum untuk tabel diatas
adalah 7 x 3 x 4 = 84)
Ø Pedoman
penilaian:
84 s/d 100 = sangat baik
67 s/d 83 = baik
33 s/d 66 = cukup baik
16 s/d 32 = kurang baik
0 = tidak baik
Ø Jika
perolehan skor dari hasil pengamatan berdasarkan tabel diatas sebagai berikut:
ü 5 butir
instrumen soal mendapat skor 4
ü 6 butir
instrumen soal mendapat skor 3
ü 4 butir
instrumen soal mendapat skor 2
ü 6 butir
instrumen soal mendapat skor 1
Ø SM = (5
x 4) + (6 x 3) + (4 x 2) + (6 x 1) = 52
Ø Nilai
dari lembar pengamatan tentang proses pembelajaran:
Ø
84
Ø N = 61,9
atau 62. Jadi, berdasarkan pedoman penilaian diatas, nilai pada hasil
pengamatan tersebut tergolong dalam kriteria cukup baik.
Contoh dengan teknik tes
Kisi-kisi soal sebagai berikut:
Ø Rumus :
N = SM x
100
Ø Keterangan:
N : Nilai
SM : Skor mentah. Skor yang diperoleh dari hasil pengamatan
peneliti/guru.
SMI : Skor maksimum ideal. (Skor maksimum untuk tabel diatas adalah
85)
Ø Pedoman
penilaian:
84 s/d 100 = sangat baik
67 s/d 83 = baik
33 s/d 66 = cukup baik
16 s/d 32 = kurang baik
0 = tidak baik
Ø Jika
perolehan skor dari hasil pengamatan berdasarkan tabel diatas sebagai berikut:
ü 12 butir
instrumen soal mendapat skor 1
ü 7 butir
instrumen soal mendapat skor 2
ü 3 butir
instrumen soal mendapat skor 10
Ø SM = (12
x 1) + (7 x 3) + (3 x 10) = 63
Ø Nilai
dari lembar pengamatan tentang proses pembelajaran:
Ø
85
Ø N =
74,2. Jadi, berdasarkan pedoman penilaian diatas, nilai pada tes hasil belajar
siswa tersebut tergolong dalam kriteria baik.
2. Pelaku evaluasi
Subjek atau pelaku
evaluasi pendidikan ialah orang yang melakukan pekerjaan evaluasi dalam bidang
pendidikan. Pelaku evaluasi dalam penelitian tindakan kelas dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu tim peneliti dan tim pemantau yang ditunjuk. Untuk
penelitian tindakan kelas itu sendiri, tim peneliti merupakan tim yang paling
berkompeten dalam pelaksanaan evaluasi, karena mereka orang yang paling
bertanggungjawab dan mengetahui secara
pasti rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Tim evaluasi penelitian
tindakan kelas itu sendiri, termasuk guru itu sendiri, peneliti sebagai mitra
kolaborasi, kepala sekolah dan pemilik sekolah. Untuk penelitian yang didanai
oleh lembaga lain atau sponsor, biasanya tim evaluasi adalah tim pemantau yang
mendapat wewenang untuk melakukan monitoring dan evaluasi.
Evaluasi hasil
pada penelitian tindakan kelas pada dasarnya bersifat partisipatoris, artinya
harus melibatkan pelaku tindakan. Guru diusahakan berperan serta aktif sejak
tahap persiapan, penyiapan alat, atau format pengumpulan data, kegiatan
pengumpulan data, dan bahkan dalam mengelola dan menggali makna atas semua
informasi hasil tindakan.
3. Perencanaan evaluasi
Evaluasi dalam
penelitian tindakan harus disiapkan dengan baik. Evaluasi yang baik tidak harus
diartikan sebagai evaluasi yang sulit dan rumit. Guru diharapkan mampu
melakukan evaluasi tindakan sambil tetap menunaikan tugas pokoknya sebagai
praktisi pendidikan. Perencaan evaluasi secara garis besar dapat dijelaskan
sebagai berikut:
a. Perumusan
tujuan evaluasi dan rencana pelaksanaan tindakan. Memahami tujuan evaluasi
adalah salah satu wawasan paling penting yang harus dimiliki seorang evaluator.
Apapun bentuk dan pendekatan evaluasi, penentuan tujuan evaluasi akan selalu
berkenaan dengan apa yang diharapkan dari pelaksanaan suatu evaluasi, yaitu
output (misalnya; produk pembelajaran, dokumentasi siswa/guru, dsb.) dan
outcome (misalnya; efektivitas/efisiensi pembelajaran siswa, perubahan sikap
siswa, perubahan kinerja dan sikap guru, perubahan kelembagaan, posisi di dunia
pendidikan dan dunia kerja, dsb.). Penetapan calon pengguna atau pemakai hasil
evaluasi dan kepentingan penggunaan hasil evaluasi. Tujuan evaluasi adalah
untuk memperoleh data tentang ada tidaknya perbaikan atau peningkatan kualitas
proses dan hasil pembelajaran setelah dilaksanakan tindakan.kepentingan
evaluasi bisa berupa kepentingan administrative, pembinaan professional guru,
pertanggungjawaban pada penyandang dana (jika ada yang mendanai)orang tua siswa
ata komite sekolah. Evaluasi dalam penelitian tindakan kelas berorientasi pada
kebutuhan untuk membuat keputusan tentang kenerhasilan tindakan yang telah dilakukan.
b. Penjabaran
pertanyaan yang membutuhkan jawaban dari evaluasi (menyususun kisi-kisi soal).
Penyusunan kisi-kisi dimaksudkan agar materi tes yang akan diujikan betul-betul
representative terhadap materi pelajaran yang sudah diberikan kepada peserta didik.
Jika materi tidak relevan maka akan berakibat tes hasil kurang baik. Kisi-kisi
adalah suatu format yang berisi komponen
identitas dan komponen matriks untuk memetakan soal dari berbagai topic/ satuan
bahasan yang sesuai dengan kompetensi dasarnya masing-masing. Untuk
menyusun kisi-kisi ini sebelumnya guru harus mempelajari silabus mata
pelajaran karena tidak mungin kisi-kisi
dibuat tanpa adanya silabus. Guru harus memperhatikan domain dan jenjang kemampuan yang akan diukur, kemudian
guru membuat soal yang sesuai dengan kisi-kisi, menyusun lembar jawaban siswa,
membuat kunci jawaban, dan membuat pedoman pengolahan skor. Selanjutnya
melaksanakan uji coba.
Kisi-kisi penting dalam
perencanaan penilain hasil belajar karena didalamnya terdapat sejumlah idikato
yang sebagai acuan dalam mengembangkan instrument (soal) dengan persyaratan :
1) Representative,
yaitu harus betul-betul mewakili isi kurikulum sebgai sampel perilaku yang akan
dinilai
2) Komponen-komponennya
harus terurai/terperinci, jelas dan mudah dipahami.
3) Soalnya
dapat dibuat sesuai dengan indicator dan bentuk soal yang diterapkan.
Dalam menyususn kisi-kisi
harus mempertimbangkan domain hasil belajar yang akan diukur dengan
sistematika.
c. Penetapan
jenis data yang diperlukan evaluasi dan sumber data yang tepat. Pada tahap ini
evaluator mengidentifikasi data/informasi sesuai dengan kebutuhan dan variabel
yang akan dievaluasi. Jenis data secara umum adalah data kuantitatif dan data
kualitatif. Di sini evaluator memilih dan/atau mengembangkan metode pengumpulan
data (instrumen), mengidentifikasi sumber-sumber informasi yang tepat (dari
siapa, oleh siapa) dan cara mengumpulkannya, organisasi hasil informasi
evaluasi, serta analisis dan interpretasi hasil informasi evaluasi.
Setelah itu kita menentukan sampel. Sampel
digunakan bila kita akan mengevaluasi sebagian dari populasi yang menjadi
subjek atau objek evaluasi, dengan memperhatikan sifatnya yang homogenitas dan
heterogenitas. Evaluator juga menentukan teknik pengambilan sampel (sampling)
yang cocok diambil. Sebagai contoh, kita bisa menentukan desain sampling yang
akan diambil dari sejumlah populasi dengan menggunakan teknik-teknik seperti random
sampling, stratified sampling, proportional sampling, dengan
memperhatikan pendekatan seperti judgment sampling (ditarik berdasarkan
pertimbangan para ahli) dan probability sampling (ditarik berdasarkan
probabilitas) serta haphazard sampling (berdasarkan aksesibilitas sampel
yang dapat diambil). Setelah menentukan
sampel, kita akan menentukan model evaluasi. Model evaluasi sangat berkaitan
dengan berbagai pendekatan evaluasi. Berikut ini adalah pendekatan-pendekatan
utama dalam evaluasi:
1) Pendekatan
yang berorientasi pada tujuan, yang fokusnya adalah menentukan tujuan dan
sasaran dan pencapainnya.
2) Pendekatan
yang berorientasi pada manajemen, yang fokus utamanya adalah pada identifikasi
dan pemenuhan kebutuhan informasi bagi para pembuat keputusan manajerial.
3) Pendekatan
yang berorientasi pada klien, yaitu yang masalah utamanya adalah mengembangkan
informasi evaluasi dalam ―produk-produk‖ pendidikan, untuk digunakan oleh
pengguna pendidikan dalam memilih kurikulum (misalnya kurikulum berbasis
kompetensi), produk-produk pembelajaran, dan sebagainya. Pendekatan yang
berorientasi pada para ahli, yang sangat bergantung pada penerapan langsung
dari para profesional dalam menilai kualitas pendidikan. Pendekatan yang
berorientasi pada lawan atau pesaing, yaitu sebagai kontra atau penyeimbang
dari pendekatan yang berorientasi pada para ahli pada umumnya (pro dan kontra).
4) Pendekatan
naturalistik yang berorientasi pada partisipan, yaitu bahwa keterlibatan
partisipan merupakan penentu utama dalam nilai-nilai, kriteria, kebutuhan, dan
sifat data untuk evaluasi.
5) Peracangan
kegiatan pengumpulan data. Untuk mencegah temuan yang menyesatkan mengenai
ukuran keberhasilan, perlu dirancang penentuan saat yang tepat (timing)
pengumpulan data evaluasi, penentuan, dan perancangan penggunaan data
pembanding. Data pembanding dapat berupa kondisi sebelum dikenakan tindakan.
6) Penyiapan
alat pengumpulan data yang tepat. Alat evaluasi yang umumnya dipakai oleh
evaluator antara lain adalah tes, pengukuran sikap, survey dan kuesioner
survey, wawancara, pengamatan, sampling, eksperimental dan sebagainya.
Penentuan alat evaluasi hendaknya sesuai dengan tujuan dan pertanyaan evaluasi
yang dikemukakan sebelumnya. Sebagai contoh, jika akan mengevaluasi kemajuan
prestasi siswa dalam beberapa mata pelajaran, hendaknya Anda menggunakan tes
tertulis sebagai alat evaluasi. Contoh lain jika akan mengevaluasi minat dan
bakat siswa, Anda bisa menggunakan tes lisan, wawancara, atau pengukuran sikap.
7) Perancangan
pengolahan dan analisis data, cara penarikan kesimpulan, dan konsekuensinya
bagi perumusan arah tindakan selanjutnya. Setelah semua data kita kumpulkan,
baik data itu dari kita langsung yang mengadakan kegiatan evaluasi maupun dari
orang lain yang mengevaluasi orang yang kita maksud, data tersebut harus
diolah. Mengolah data berarti ingin memberikan nilai dan makna kepada testi
mengenai kulaitas hasil pekerjaannya. Misalnya, jika seorang murid mendapat
nilai 65, kita belum dapat memberikan keputusan tentang murid itu, apakah yang
termasuk cerdas atau kurang apalagi memberikan keputusan mengenai aspek keseluruhan kepribadian murid.
Dalam pengolahan data biasanya sering digunakan analisis statistic, terutama
jika bertemu dengan data kuantitaif yaitu
data-data yang berbentuk angka-angka. Mengolah data berarti ingin
memberikan nilai dan makna mengenai
kualitas hasil pekerjaan murid-murid.
Jika
data hasil evaluasi sudah diolah, langkah selanjutnya adalah menafsirkan data
itu, sehingga memberikan makna. Memberikan penafsiran maksudnya adalah untuk
membuat pernyataan mengenai hasil pengeolahan data. Penafsiran terhadap suatu
hasil evaluasi didasrkan atas kriteria tertentu yang diseut norma. Norma dapat
ditetapkan terlebih dahulu secara rasional dan sistematis sebelum kegiatan
evaluasi dilaksanakan, tetapi dapat pula dibuat berdasarkan hasil-hasil yang
diperoleh dalam melaksanakan evaluasi. Sebaliknya, bila penafsiran data itu
tidak berdasarkan kriteria atau norma tertentu hanya berdasrkan pertimbangan
pribadi dan kemanusiaan, maka termasuk kesalahan yang besar. Putusan ini tidak
objektif dan merugikan semua pihak.
Ada
dua jenis penfasiran data, yaitu penafsiran kelompok dan penafsiran individu.
Penafsiaran kelompok adalah penafsiran yang dilakukan untuk mengetahui
karakteristik kelompok berdasarkan data hasil evaluasi, antara lain prestasi
kelompok, rata-rata kelompok, sikap kelompok terhadap guru an materi pelajaran
yang diberikan dan distribusi nilai kelompok. Tujuan utamnya adalah sebgai
persiapan untuk melakukan penafsiran kelompok dan untuk mengadakan perbandingan
antar kelompok. Sedangkan penafsiran individu adalah penafsiran yang hanya
tertuju kepada individu saja. Misalnya, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan
atau situasi klinis lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk melihat kesiapan anak
dalam pertumbuhan dan kemajuan serta kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
4. Pemanfaatan hasil evaluasi
Setelah data
terkumpul, dianalisis, dan dimaknai, peneliti harus dapat menyimpulkan tingkat
keberhasilan dari tindakan yang telah dilakukan. Bagian yang berhasil dan tidak
berhasil harus dapat diidentifikasi, serta dicari penjelasannya. Berdasarkan
kesimpulan evaluasi tersebut, dirumuskan permasalahan yang masih harus dicari
pemecahannya dan dirumuskan rencana tindakan berikutnya yang paling strategis. Tindakan strategis adalah tindakan yang mampu
menimbulkan efek yang luas dari sistem pembelajaran. Hal-hal yang masih
merupakan kelemahan perlu ditindaklanjuti dalam rencana tindakan berikutnya.
Hasil evaluasi akan menjadi bahan untuk melakukan refleksi.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Evaluasi adalah alat untuk mengukur
sejauh mana keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam Evaluasi PTK,
kita dapat gunakan untuk menilai keberhasilan atau dapat mengetahui sejauh mana
hasilnya terhadap hal-hal yang telah direncanakan atau dilakukan dalam PTK .
Fungsi evaluasi tindakan adalah
menentukan tingkat keberhasilan tindakan sesuai dengan yang diharapkan.
Sasaran evaluasi adalah untuk
menemukan bukti-bukti nyata adanya peningkatan yang terjadi dalam proses
pembelajaran. Kriteria evaluasi sebagai acuan untuk mempertimbangkan dan
memberikan makna terhadap apa saja yang dicapai setelah pelaksanaan tindakan.
Kriteria bersifat normative atau relative. Secara garis besar ada dua kelompok
teknik evaluasi dapat digunakan oleh seorang guru dalam usahanya mencari
informasi yang diperlukan. Kedua kelompok tersebut yaitu tes dan non tes.
Pelaku evaluasi dalam PTK guru,
kepala sekolah, pengawas sekolah, peneliti dari perguruan tinggi sebagai
kolaborasi. Adapun perencanaan evaluasi adalah sebagai berikut : merumuskan
tujuan, merumuskan pertanyaan, penetapan jenis data dan sumber data,
perancangan kegiatan pengumpulan data, penyiapan alat pengumpul data,
perencanaan pengolahan dan analisis data, pemberian makna hasil analisis data,
serta cara penarikan kesimpulan.
Daftar
Pustaka
Sudaryono.2012.Dasar-Dasar Evaluasi Pembelajaran.Yogyakarta:Garaha
Ilmu
Ghony.
Djunaidi.2008.Penelitian Tindakan Kelas.Malang:UIN-Malang
Press
Mahmud.2011.Metodelogi Penelitian Pendidikan.Bandung:Pustaka
Setia
Http://File.Upi.Edu/Direktori/FIP/JUR._ADMINISTRASI_PENDIDIKAN/197108082001121DIDING_NURDIN/Bab_8_PERENCANAAN_EVALUASI.Pdf Diakses Pada Tanggal 18 September Pukul
11.08 Wita.
Label: Tugas Kuliah
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
0 Komentar:
Posting Komentar