![]() |
![]() Entry About Shout Friends Follow D'Board |
Own This Site
Contact Me
|
![]() 13.42 | 0 Cloud(s)
1.
Sejarah
musik dasar
Musik adalah suara yang disusun
demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara
yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian. Walaupun
musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan
mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik pula adalah
sejenis hiburan.Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa
dihasilkan oleh beberapa alat musik. Musik dikenal sejak kehadiran manusia
modern, homo sapien, yakni sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu.Tiada
yang tahu, sejak kapan manusia modern ini mengenal seni dan musik. Dari
berbagai penelitian atas penemuan arkeologi di benua Afrika, misalnya,didapati
petunjuk bahwa sekitar 180.000 tahun hingga 100.000 tahun lalutelah terjadi
evolusi pemikiran manusia. Dengan otak manusia yang lebih pintar dari hewan,
mereka mampu merancang perburuan yang lebih terkoordinasi sehingga bisa
menaklukan hewan yang lebih besar dari ukuran manusia.Dalam peristiwa ini,
berarti telah tercipta komunikasi di antara mereka dalam bentuk bahasa verbal.
Dari bahasa dan ucapan sederhana untuk tanda bahaya, untuk memberi nama-nama
hewan, perlahan-lahan beberapa kosa kata muncul untuk menamakan benda dan nama
panggilan untuk sesorang.
Dalam pola hidup nomaden, mereka
mungkin mendapat inspirasi untuk menjadikan tulang kaki hewan buruan mereka
sebagai alat yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyian, entah dengan cara ditiup
atau dipukul. Karena mereka hidup berkelompok, maka tujuan awal mereka dengan
alat-alat tersebut hanyalah sebagai tanda peringatan bila ada bahaya yang
mengancam kelompok, atau memancing hewan buruan agar masuk perangkap
mereka.Lama-kelamaan tidak hanya tulang yang mereka ambil untuk dijadikan alat
bunyi-bunyian, tetapi juga kulit binatang, kayu berongga, batu, dan tubuh
mereka sendiri.
Bila tujuan awalnya hanya untuk
memperingatkan kelompok mereka akan adanya bahaya dan untuk memancing hewan
buruan masuk perangkap, maka setelah banyak alat yang dipakai sebagai media
bunyi, keakraban, kekeluargaan, persatuan di dalam kelompoklah tujuannya.
Caranya adalah melalui tari-tarian dan nyanyian yang diiringi dengan media
bunyi yang mereka ciptakan.Lebih lagi ketika mereka mengenal dan menyadari
hingga akhirnya meyakini adanya kekuatan adikodrati, yaitu adanya roh nenek
moyang yang senantiasa menyertai mereka dan hadir melalui benda-benda alam di
sekitar mereka.Bunyi-bunyian menjadi sarana penyembahan, ungkapan syukur, dan
permohonan kepada kekuatan yang adikodrati tersebut.
Selanjutnya, manusia menjadi
terbiasa menyatakan perasaan mereka menggunakan alat-alat yang dapat
menghasilkan bunyi-bunyian. Alat-alat inilah yang kenudian dikenal dengan
istilah alat musik.
a.
Musik
Zaman Prasejarah
Musik sudah dikenal sejak kehadiran
manusia Homo sapiens yaitu sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang
lalu. Tidak ada yang mengetahui siapa manusia yang pertama kali mengenal seni
musik. Alat musik yang tertua adalah flute yang dibuat dari tulang yang telah
dilubangi. Biasanya berasal dari tulang paha beruang. Flute tersebut diduga
dibuat pada 40.000 tahun yang lalu. Koleksi alat musik zaman purba paling
banyak ditemukan di Cina yang berasal dari tahun 7000 sampai 6600 sebelum
masehi. Prasasti yang berisi lagu Hurrian yang bertanggal 1400 SM merupakan notasi
musik tertua yang pernah dicatat.
b.
Musik
Abad Pertengahan
Pada abad pertengahan (476-1572 M)
seni musik kebanyakan digunakan untuk kepentingan kegiatan agama Kristen.
Namun, setelah adanya berbagai penemuan-penemuan baru dalam segala bidang,
fungsi musik juga berkembang tidak hanya untuk kegiatan agama. Pada zaman
renaisance (1500-1600) muncul musik percintaan dan keperwiraan. Pada zaman ini
musik Gereja mengalami kemunduran. Alat musik piano dan organ juga ditemukan
pada zaman ini. Komposer yang hidup pada zaman ini adalah Léonin, Pérotin, dan
Guillaume de Machaut.
c.
Musik Zaman Barok dan Rokoko
Pada zaman Barok dan Rokoko
(1600-1750) penggunaan ornamentik (hiasan musik) makin marah. Namun, pada musik
Barok penggunaannya dilakukan secara spontan sedangkan pada musik Rokoko
penggunaannya dicatat dan diatur. Tokoh seni musik terkenal pada zaman ini
adalah Johan Sebastian Bach. Beliau adalah pencipta musik koral untuk khotbah
Gereja dan pencipta lagu-lagu instrumental. Sayangnya pada akhir masa hidupnya
Sebastian Bach buta dan meninggal di Leipzig.
d.
Musik
Zaman Klasik
Setelah zaman Barok dan Rokoko
berakhir, zaman klasik (1750-1820) muncul. Pada zaman ini, penggunaan dinamika
menjadi semakin lembut, perubahan tempo dengan accelerando (semakin cepat) dan
ritarteando (semakin lembut), dan pemakaian ornamentik dibatasi. Komposer
terkenal di zaman klasik adalah Johann Christian Bach, Joseph Haydn, Wolfgang
Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven.
e.
Musik
Zaman Romantik
Musik pada zaman romantik
(1810-1900) sangat mementingkan perasaan yang subjektif. Musik mulai digunakan
untuk mengungkapkan perasaan. Maka dari itu, penggunaan dinamika dan tempo
makin banyak dipakai. Opera dan balet berkembang pada zaman ini. Komposer yang
terkenal pada zaman ini adalah Ludwig van Beethoven dan Franz Schubert. Pada
akhir zaman romantik, orkestra berkembangan sangat dramatis dan menjadi budaya
kaum urban. Tumbuh juga aneka keragaman teater musik yang baru seperti operet,
musik komedi, dan berbagai bentuk teater musikal lainnya.
f.
Musik
Zaman Modern
Pada abad ke-20, penemuan radio
menjadi cara baru untuk mendengarkan musik. Musik pada zaman modern lebih
berfokus pada ritme, gaya, dan suara. Namun musik pada zaman ini tidak mengakui
adanya hukum dan peraturan. Penemuan perekam suara dan alat untuk mengedit
musik memberikan genre baru pada musik klasik. Dengan demikian, orang-orang
semakin bebas mengungkapkan ekspresinya lewat musik.
2.
Pengertian
Musik Menurut Beberapa Ahli
a. Pengertian musik menurut Banoe
(2003 : 288),
musik yang berasal dari kata muse yaitu salah satu dewa dalam mitologi Yunani
kuno bagi cabang seni dan ilmu; dewa seni dan ilmu pengetahuan. Selain itu,
beliau juga berpendapat bahwa musik merupakan cabang seni yang membahas dan
menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola yang dapat dimengerti dan dipahami
oleh manusia.
b. Pengertian musik menurut
Jamalus (1988 : 1),
musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau
komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui
unsur-unsur pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur
lagu serta ekspresi sebagai suatu kesatuan.
c. Pengertian musik menurut Sylado
(1983 : 12) musik adalah waktu yang memang untuk
didengar. Musik merupakan wujud waktu yang hidup, yang merupakan kumpulan ilusi
dan alunan suara. Alunan musik yang berisi rangkaian nada yang berjiwa akan
mampu menggerakkan hati para pendengarnya.
d. DAVID
EWEN ; Musik adalah ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dari
nada-nada, baik vokal maupun instrumental, yang meliputi melodi dan harmoni
sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek
emosional.
e. DELLO
JOIO ; Mengenal musik dapat memperluas pengetahuan dan pandangan selain juga
mengenal banyak hal lain di luar musik. Pengenalan terhadap musik akan
menumbuhkan rasa penghargaan akan nilai seni, selain menyadari akan dimensi
lain dari suatu kenyataan yang selama ini tersembunyi
f.
SUHASTJARJA ; Musik ialah
ungkapan rasa indah manusia dalam bentuk suatu konsep pemikiran yang bulat,
dalam wujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni,
serta mempunyai suatu bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri
dan manusia lain dalam lingkungan.
g. ADJIE
ESA POETRA
Musik
merupakan bunyi yang teratur, bukan saja bersifat moral normatif, melainkan
juga diakui selaras berdasarkan penghitungan para ahli ilmu fisika komposisi
yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok
musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta
ekspresi sebagai suatu kesatuan.
3.
Unsur-Unsur
Dan Inti Musik
Unsur-unsur musik yang
utama adalah bunyi, nada, irama, melodi, harmoni dan bentuk lagu. Sedangkan
unsur ekspresi musik adalah tempo, dinamika, warna dan cara memproduksi nada.
a. Unsur
Utama
1) Bunyi
dan Nada Gejala bunyi atau suara menyertai seluruh kehidupan kita sehari-hari.
Disebut bunyi karena ada peristiwa getaran dari sumbernya. Bunyi dengan getaran
yang teratur akan merupakan susunan rangkaian nada. Rangkaian nada yang
digunakan untuk mengungkapkan gagasan pencipta musik akan terdengar teratur,
berurutan dan berirama. Nada sendiri adalah bunyi yang dihasilkan oleh sumber
bunyi yang memiliki kecepatan getar yang teratur. Kecepatan getaran ini disebut
frekuensi dan dapat diukur dengan menghitung jumlah getaran dalam 1 detik,
misalnya 200 getaran dalam dalam 1 detik. Frekuensi ini ditulis dengan
menggunakan istilah cycles per second sehingga menjadi 200 cycles per second (
200 c/s). Nada biasanya disusun oleh pencipta musik dengan memperhatikan
beberapa hal, yaitu :
a) Tinggi
rendahnya suatu nada, yaitu menurut getaran atau resonansi pada setiap
detiknya. Nada yang paling rendah memiliki frekuensi 16 c/s, sedangkan nada
yang paling tinggi memiliki frekuensi sampai 5000 c/s. Tinggi nada ini sering
disebut dengan istilah pitch. Jika kita bunyikan nada A yang memiliki frekuensi
440 c/s kemudian juga kita bunyikan nada A yang memiliki frekuensi 2 kali lipat
yaitu 880 c/s, maka yang kita dengar adalah dua bunyi yang cirinya sama akan
tetapi tinggi nadanya/pitchnya berbeda.
b) Panjang
pendeknya nada yang tergantung dari lamanya suatu getaran.
c) Keras
dan lembutnya suatu nada.
d) Bentuk
dari suatu nada atau timbre yang didasarkan pada jenis, tempat atau sumber
getaran suara/bunyi misalnya berasal dari sebuah alat musik.
e) Sistem
nada digunakan untuk menentukan tangga nadanya. Sistem nada adalah susunan
rangkaian nada yang berurutan dengan perbedaan yang tertentu dan teratur. Di
dalam jarak dua nada yang perbandingan frekuensinya dua kali lipat dapat
dibunyikan beberapa nada yang berurutan. Jika dalam jarak dua nada yang
perbandingan frekuensinya dua kali lipat tersebut tersusun atas lima buah nada
yang tinggi nadanya berbeda, maka sistem nadanya disebut pentatonik, dan
susunan urutan nada-nada tersebut disebut tangga nada pentatonik.
2) Irama
Irama adalah rangkaian gerak yang menjadi
unsur dasar dalam musik maupun tari. Irama di dalam musik terbentuk karena
perpaduan bunyi dan diam dengan selang waktu yang bermacam-macam, yang dalam
suatu kesatuan musik sering disebut dengan istilah tempo. Irama juga hadir
dalam musik terkait dengan pulsa, tempo, durasi (panjang-pendek setiap bunyi) dari
rangkaian not-not tertentu. Contohnya adalah bunyi para penumbuk padi merupakan
sebuah rangkaian ketukan bunyi yang secara terus menerus, teratur dalam tempo
tertentu. Ketukan yang ritmis tersebut adalah pulsa. coba anda rasakan ketukan
dari ayunan antan yang membentur lesung. Tentu terasa ada sebuah denyut irama
yang jelas. Ketukan atau denyut nada yang terasa tersebut disebut beat. Dapat
juga dipahami sebagai tekanan pukulan yang terasa dalam sebuah musik yang dapat
merangsang bagian tubuh kita (kaki,tangan, atau kepala) bergoyang pada waktu
musik atau lagu dilantunkan. Ketukan kadang terasa jelas dan mudah untuk
diikuti seperti merasakan bass drum pada marching band.
Beberapa hal yang terkait
dengan unsur irama antara lain :
a) Pulsa
Pulsa dapat dianalogikan
sebagaimana denyut jantung yang kadang terasa menekan dan kadang tidak terasa;
peganglah pergelangan tangan dan rasakan denyut nadi. Tentu akan merasakan yang
timbul dan hilang secara teratur, maka pulsa dalam musik kadang secara jelas
terdengar (terasa ketukannya) tetapi kadang tidak terasa. Pulsa dapat juga
dianalogikan seperti rangkaian lampu sistem seri yang secara berurutan menyala
bergantian. Ketika menyanyikan syair lagu yang diikuti dengan tepukan tangan,
tentu kita merasakan adanya pulsa dalam lagu tersebut. Di samping itu, juga
terasa adanya tempo.
b) Tempo
Tempo adalah kecepatan
gerak pulsa dalam musik atau lagu; seperti rasa lambat, sedang, atau cepat. Di
dalam musik berbagai macam jenis tempo dikenal dengan berbagai macam istilah
dari bahasa Itali. Tempo yang menunjukkan cepat lambatnya irama sebuah lagu
atau musik dapat dibedakan menjadi : - Irama cepat atau
tempo cepat : Cepat (allegro), agak cepat (allegretto), lebih cepat
(allegrissmo), cepat sekali (presto), makin cepat (accelerando). -
Irama sedang atau tempo sedang : Sedang (moderato), sedang agak cepat (allegro
moderato), sedang agak perlahan (andante). - Irama lambat atau
tempo lambat : Lambat (largo), lebih lambat sedikit (largissimo), cukup lambat
(largeto), sangat lambat dan sedih (grave), makin lambat (ritardando). -
Tempo Iringan yang sering disebut dengan ritmis iringan, antara lain : Fotrot,
Waltz/Wals, Rock beat, Samba, Hustle, Disco, Keroncong, Blues, Melayu/Dangdut,
Gambus, Japin dan sebagainya.Contoh lain yaitu dari gamelan Jawa, ada irama
lancaran, ketawang dan ladrang.
c) Durasi
Durasi adalah
Panjang-pendek nada yang terbentuk dari lama suatu nada dibunyikan. Panjang
nada dihitung dengan satuan ketukan yang sifatnya relatif. Satuan ketukan
seperti ketika kita melangkah (derap kaki). Coba langkahkan kaki satu kali, dan
teman lain melangkah tiga kali, atau ada tema yang lain melangkah empat kali.
Perhatikan perbedaan panjang jarak dari masing-masing langkah.
d) Birama
Birama adalah alunan
musik yang terasa adanya ketukan yang teratur atau tetap secara berulang-ulang,
ketukan yang terasa itu seringkali disebut dengan istilah maat. Pengertian lain
birama (measure) adalah istilah yang digunakan untuk menetapkan jumlah kelompok
ketukan berdasarkan skema dasar ketukan. Birama ditulis setelah tanda mula,
dengan bentuk angka, dan dinamakan tanda birama. Tanda birama adalah tanda yang
menunjukkan banyaknya ketukan yang terdap[at dalam satu birama dan satu
titinada yang digunakan untuk mendapat satu ketuk. Macammacam skema ketukan. -
Ketukan 2/4, angka 2 menunjukkan dua ketukan tiap birama. -
Ketukan 3/4, angka 3 menunjukkan tiga ketukan tiap birama.
e) Metrum
Ketika anda menyanyikan
suatu lagu, beberapa beat (tekanan) terasa lebih kuat dibanding dengan beat
yang lainnya, dan tekanan tersebut secara teratur muncul setiap hitungan
tertentu, misalnya 2 , 3, atau 4. Perhatikan, garis tegak yang menyela jumlah
beat dan menjadi penanda awal atau akhir beat. Beat yang mendapatkan tekanan
(ketukan yang terasa berat) di sebut dengan downbeat. Pola pengulangan beat
yang bertekanan kuat dengan tekanan pada hitungan tertentu, jika ada measure
(satuan birama) mempunyai 2 beat, disebut duple meter, menghitungnya 1- 2, 1-2,
1-2, dan seterusnya. Pola 3 beat pada measure dinamakan triple meter, cara
menghitungnya sebagai berikut 1-2-3, 1-2-3, 1-2-3, dan seterusnya. Pola metrum
yang terdiri dari 4 beat disebut quadruple meter, cara menghitungnya sebagai
berikut 1-2-3-4, 1-2-3-4, 1-2-3-4, dan seterusnya.
f) Melodi
Melodi adalah rangkaian
nada-nada yang berbunyi secara berurutan secara teratur dan mengungkapkan ide
atau gagasan tertentu. Gagasan yang terungkap dalam melodi disebut “Tema”.
Rangkaian nada-nada dalam melodi bergerak maju dengan tata bunyi yang naik –
turun, atau bergerak di tempat atau berkesan mendatar. Bentuk susunan nada-nada
yang bersifat melodis dapat terdengar naik-turun dan kadang melangkah dengan
lompatan tertentu, sehingga mengakibatkan perbedaan tinggi nada yang disebut
Interval. Beberapa variasi melodi antara lain: Melodi yang dibentuk dengan nada
naik – turun; Melodi yang dibentuk dengan lompatan nada; dan Melodi yang
dibentuk dengan nada-nada yang bergerak di tempat.
g) Harmoni
Harmoni adalah suatu
bunyi serempak yang sekurang-kurangnya terjadi dari dua buah not/nada yang
berlainan. Dua buah nada atau lebih yang berlainan tingginya dan dimainkan
serempak ini dasarnya adalah trinada atau achord/akor. Misalnya not : 1, 3 dan
5 dibunyikan secara serempak. Bila nada-nada yang berbeda yang ada dalam achord
tertentu dibunyikan serempak, maka akan menghasilkan suara yang selaras,
menyatu dan enak didengar. Beberapa harmoni yang dapat digunakan dalam
permainan musik antara lain adalah tekstur, monofoni, homofoni, polifoni,
kanon, diskan, dron, ostinasi, paduan suara, mosdulasi dan transposisi.
1) Tekstur
adalah bentuk jaringan penggabungan unsur-unsur melodi dan harmoni yang
menghasilkan mutu suara berat atau ringan, tebal atau tipis.
2) Monofoni
adalah bentuk melodi tunggal yang tidak memakai iringan atau akompanyemen.
3) Homofoni
adalah bentuk sebuah garis melodi yang didukung oleh iringan atau akompanyemen
dengan menggunakan achord-achord ataupun bentuk lain.
4) Polifoni
adalah bentuk permainan dua atau beberapa melodi yang berbeda kemudian
dinyanyikan/dimainkan bersama.
5) Kanon
adalah sebuah lagu dengan jaringan harmonik yang berbentuk peniruan suatu
bagian lagu, yang dinyanyikan bersama dengan bagian lagu yang lain secara susul
menyusul.
6) Diskan
adalah melodi kedua yang ditambahkan, biasanya diatas melodi asli.
7) Dron
adalah bunyi nada bas panjang sebagai iringan. (Drone = dengungan)
8) Ostinasi
adalah pola-pola bunyi yang berulang-ulang. Ada ostinasi irama ada pula
ostinasi melodi.
9) Paduan
suara adalah perpaduan dua suara atau lebih dalam nyanyian bersama. Penyanyi
paduan suara biasanya dikelompokkan berdasarkan wilayah suara masing-masing.
Suara anak-anak : pada umumnya senada dengan suara sedang wanita atau mezzo
sopran; Suara wanita : suara tinggi disebut sopran suara sedang disebut mezzo
sopran; suara rendah disebut alto; Suara pria : suara tinggi disebut tenor,
suara sedang disebut baritone, suara rendah disebut bass.
10) Modulasi
adalah proses pemindahan suatu tangga nada ke tangga nada yang lain di dalam
suatu lagu.
11) Transposisi
adalah pemindahan tangga nada dalam memainkan, menyanyikan atau menuliskan sebuah
lagu dari tangga nada aslinya tetapi lagunya tetap sama. Transposisi digunakan
untuk menyesuaikan wilayah nada lagu dengan wilayah suara penyanyi atau wilayah
nada alat musik yang akan digunakan.
h) Bentuk Struktur Lagu
Sebuah lagu selalu
terdiri atas beberapa kalimat musik. Jumlah kalimat musik inipun ada yang
sedikit ada yang banyak, ada yang diulang, ada yang divariasikan seperti kalau
kita melihat rangkaian kata-kata dalam puisi. Seorang composer akan selalu
memperhatikan secara detail pengaturan antara kata-kata dalam lagu dengan
kompisisi musik secara keseluruhan, yang dimaksudkan sebagai struktur lagu.
Struktur lagu ini sebenarnya merupakan susunan atau hubungan antara unsur-unsur
musik sehingga menghasilkan komposisi musik yang bermakna. Dasar pembentukan
musik/lagu ini mencakup pengulangan suatu bagian lagu (repetisi), pengulangan
dengan berbagai macam perubahan (variasi, sekuens), atau menambah bagian baru
yang berlainan atau berlawanan (kontras) dengan selalu memperhatikan
keseimbangan antara pengulangan dan perubahannya. Struktur musik/lagu ini
merupakan suatu keseluruhan yang menyatukan musik/lagu yang dibuat sehingga ada
keutuhan. Banyak kode-kode tulis yang digunakan oleh komponis untuk membentuk
struktur lagu/musik.
b. Unsur
Ekspresi
Ekspresi merupakan
pernyataan perasaan ataupun ungkapan pikiran yang diwujudkan oleh seorang
pencipta lagu ataupun oleh penyanyinya yang disampaikan kepada pendengarnya.
Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menyatakan ekspresi musik/lagu,
antara lain : Agito (bergerak),Amabile (menarik), Animato (berjiwa), Bravura
(gagah perkasa), Cantato (merayu), Con anima (bersemangat), Conbrilliante
(dengan kegemilangan), Conspirito (dengan semangat), Contabile (merdu dan
syahdu), Devoto (khidmat), Dolce(halus dan manis), Doloroso (pilu dan sedih),
serta masih banyak yang lain. Cobalah anda cari dari banyak buku. Ekspresi
dalam musik/lagu mencakup semua nuansa musik mulai dari tempo, dinamika dan
warna nada.
1) Tempo adalah kecepatan irama musik yang
telah dibicarakan di depan.
2) Dinamika adalah keras lunak serta tinggi
rendahnya suara agar dicapai suara yang lembut, keras atau kuat. Sedangkan
warna nada sangat tergantung dari bahan atau sumber suara serta gaya atau cara
memproduksi nadanya.
3) warna nada dan cara memproduksi nada
Selanjutnya
yang dimaksud warna nada adalah ciri khas suatu bunyi yang dihasilkan oleh
suatu sumber bunyi dengan cara memproduksi nada yang bermacam-macam. Misalnya
produksi nada yang dilakukan pada sebuah gitar. Nada yang sama dilakukan dengan
cara dipetik dengan jari tanpa kena kuku, kemudian dipetik lagi dengan
menggunakan jari dan kena kuku, disamping itu kita petik lagi dengan
menggunakan plectrum (alat pemetik gitar). Maka dari ketiga petikan gitar
tersebut akan menghasilkan warna nada yang berbeda. Demikian pula yang terjadi
pada suara manusia ataupun alat-alat musik lainnya. Alat gesek yang dibedakan
cara menggeseknya, kadang-kadang sedikit disentakkan, kadang-kadang gesekannya
diperhalus. Juga pada cara meniup alat tiup, ada yang tiupannnya merata ada
yang terputus-putus serta banyak kemungkinan lain yang dapat dilakukan untuk
menghasilkan warna nada yang berbeda-beda.
4.
Notasi musik (not balok dan angka)
a.
Pengertian Notasi Balok
Notasi balok adalah
Sistem penulisan lagu atau karya musik lainnya yang dituangkan dalam bentuk
gambar. Gambar-gambar yang melambangkan bunyi tersebut dituliskan dalam Not
balok sesuai dengan tinggi-rendah dan sifat bunyi yang dilambangkan. Dalam
materi not balok kita mengenal beberapa istilah yang terdapat didalam
materii-materi not balok, seperti paranada, tanda kunci, birama, garis birama,
bar, dan garis penutup. Perhatikan gambar berikut.
![]() Istilah dalam not balok Keterangan gambar :
1)
Paranada adalah lima garis lurus yang berjajar mendatar
dan berjarak sama. Paranada digunakan untuk menulikan lambang-lambang bunyi
sesuai dengan sifat nada yang dilambangkan.
2)
Tanda kunci adalah tanda untuk menetapkan letak salah
satu nada dalam Not-balok. Untuk menulis partiur gitar digunakan tanda kunci G,
artinya dalam not balok tersebut nada G terletak pada garis ke-2.
3)
Birama adalah gerak melody yang teratur dalam sebuah
lagu atau karya musik lainnya. dalam contoh diatas dituliskan birama 3/4
artinya dalam setiap ruas birama bernilai tiga ketuk dengan satuannya adalah
not 1/4.
4)
Garis birama adalah garis yang dituliskan secara tegak
lurus dengan paranada yang berfungsi untuk membatasi antar ruas birama yang
satu dengan ruas birama yang lainnya.
5)
Bar (ruas birama) adalah ruas yang terdapat diantara
dua garis birama. bar berfungsi untuk menuliskan not sesuai denga birama yang
dipergunakan. nilai not dalam suatu bar selalu sama. mungkin sobat sering
menjumpai nilai not yang terdapat pada bar pertama dan bar terakhir berbeda
dengan bar-bar lainnya. tetapi apabila nilai not yang terdapat pada kedua bar
tersebut sobat jumlahkan, maka akan sama dengan bar-bar lainnya.
6)
Garis penutup adalah dua buah garis tebal tipis yang
dituliskan tegak lurus dengan paranada yang berfungsi sebagai petunjuk
berakhirnya sebuah lagu atau karya musik lainnya.
Letak
Not dalam Paranada
Sebelum
kita belajar jauh mengenai notasi balok maka terlebih dahulu kita harus
benar-benar memahami nama dan letak not dalam paranada. Letak not dan paranada
sangat tergantung pada dari sifat nada yang dilambangkan. untuk menuliskan nada
rendah ataupun nada tinggi, dimana 5 garis paranada sudah tidak dapat lagi
mampu menampungnya, maka kita dapat menuliskannya dengan menggunakan
garis-garis bantu not dalam paranada, Perhatikan gambar berikut ini.
v
Bentuk dan Nilai Not Serta Tanda Diam.
Sebuah not dapat mempunyai nilai 1/2 ketuk, 1 ketuk, 2 ketuk, 4 ketuk dan sebagainya. Hal ini tergantung dari birama yang dipergunakan sebagai satuan ketuknya. Dalam bab ini kita akan mempelajari bentuk dan nilai not serta tanda diam dengan menggunakan birama per-empat. artinya, Not yang dijadikan sebagai satuan ketuknya adalah Not 1/4. Perhatikan gambar berikut. ![]() Bentuk dan nilai not serta tanda diam Bila dibaca bentuk dan nilai Not serta tanda Diam kurang lebih adalah seperti yang ditunjukan pada gambar dibawah ini. ![]()
b.
Notasi Angka
Dalam notasi angka, not ditentukan dengan angka 1
(do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la) dan 7 (si). Nada 1 tanpa titik
merupakan nada C natural di notasi balok. Tanda satu titik di atas not,
menunjukkan bahwa not tersebut naik satu birama dari nada asli, sedangkan tanda
satu titik di bawah not menunjukkan bahwa not tersebut turun satu birama dari
nada asli. Membaca Notasi Angka
![]() Notasi angka 4 suara SATB
1. Do = G menunjukkan nada dasar lagu tersebut.
2. 4/4 menunjukkan Tanda birama yang menunjukkan ritme lagu. Angka di bagian atas tanda birama menunjukkan jumlah ketukan per birama, sedangkan angka di bawah menunjukkan nilai not per ketukan. Tanda birama 4/4 di sini menunjukkan bahwa terdapat empat ketukan dalam birama, satu ketukan kuat diikuti tiga ketukan lemah, dan masing-masing ketukan bernilai not seperempat 3. Tempo = 66 menunjukkan tempo lagu, artinya dalam satu menit ada 66 ketuk. 4. SATB menunjukkan tipe suara yang menyanyikan baris tersebut. 5. P berarti ‘piano’ yang berarti lembut, artinya lagi ini dengan dinamika yang lembut. 6. Tanda Crescendo yang dilanjutkan dengan tanda decrescendo, menunjukkan ada perubahan dinamika, yakni mengeras, kemudian melembut lagi. 7. Garis birama yang merupakan pemisah antar birama.
5.
Teknik Belajar Vokal
Vokal manusia seperti halnya
instrumen musik pada umumnya memiliki empat elemen pokok penghasil bunyi, yaitu
:
Tubuh kita dirancang sedemikian rupa
sehingga mampu menghasilkan suara yang baik. Pada saat kita bernyanyi, sumber
tenaga yang befungsi untuk menggetarkan vibrator adalah udara. Udara tersebut
kita hirup dan keluarkan melalui teknik pernafasan diafragma dan bukannya dada,
bahu ataupun perut.
Bila bunyi pada gitar dan biola
dihasilkan oleh dawai yang bergetar, maka pada vokal manusia yang menjadi instrumen
getarnya adalah pita suara. Pita suara berada di dalam kotak suara yang terbuat
dari otot dan tulang rawan yang terletak pada bagian atas batang tenggorokan
(larynx). Larynx memiliki panjang lima belas sentimeter dan lebar empat
sentimeter. Pita suara merupakan selaput lentur dengan panjang berkisar di
antara dua sentimeter (pria) hingga satu seperempat sentimeter (wanita). Suara
yang baik hanya akan dihasilkan apabila selaput suara tadi bergerak merapat
hingga membentuk celah sempit yang bergetar yang disebut dengan glottis.
Alat pemantul yang terdapat dalam
tubuh kita lazim disebut pharynx. Pharynx merupakan ruangan di balik anak tekak
yang dapat diperbesar/ diperkecil secara elastis. Pharynx berfungsi memberikan
warna suara dan huruf vokal yang beraneka ragam.
Berkaitan dengan tiga resonator vokal yang memberikan
kontribusi paling signifikan, yakni: tenggorokan, mulut dan hidung, maka ada beberapa
catatan yang perlu diperhatikan :
1.
Suara
gelap,
seakan-seakan “ditelan” dan berkesan jauh diakibatkan oleh konsentrasi suara
yang terlalu banyak terfokus pada resonator tenggorokan
2.
Suara
terang, lebar dan
memiliki fokus ke depan diakibatkan oleh konsentrasi suara yang terlalu banyak
terfokus pada resonator mulut
3.
Suara
sengau,
diakibatkan konsentrasi suara yang terlalu terfokus pada resonator hidung.
Jadi dengan kata lain menggunakan kombinasi ketiga resonator
tersebut secara proporsional merupakan suatu keputusan yang bijak.
Posisi lidah yang baik pada saat bernyanyi sebaiknya datar
dan berada di belakang lengkung gigi bawah.
Bernyanyi dalam posisi duduk/berdiri yang benar, yaitu :
1. Mencari posisi berdiri yang paling
nyaman dengan berat tubuh bertumpu rata pada kedua kaki,
2. Sedapat mungkin membentuk garis
lurus dari titik tengah kedua tumit hingga kepala
3. Jangan mengencangkan otot-otot betis
atau bertumpu pada kedua tumit
4. Kedua lutut harus terasa longgar dan
dapat bergerak dengan bebas
5. Perut bagian bawah (di bawah
pinggang hingga pinggul) harus sedikit ditarik ke dalam tanpa dipaksakan.
Bilamana perut bagian bawah bergerak terlalu ke depan maka menyebabkan badan
menjadi melengkung
6. Perut bagian atas (pinggang hingga
tulang rusuk) sangat penting untuk pernafasan, karena itu perut bagian atas
harus terasa bergerak bebas. Perut bagian atas yang terlalu ditarik ke dalam
atau didorong keluar secara berlebihan dapat menyebabkan ketegangan. Ketegangan
ini pada akhirnya akan mengganggu proses pernafasan yang kita takukan
7. Posisi punggung haruslah lurus
sehingga tulang belakang akan terangkat
8. Dada harus dalam posisi tegap tanpa
dipaksakan dengan catatan bahwa dada tidak boleh bergerak naik dan turun pada
waktu kita mengambil dan mengeluarkan nafas
9. Bahu harus ditarik sedikit ke
belakang, dan selama bernafas atau bernyanyi bahu tidak boleh bergerak. Posisi
bahu yang tidak bergerak akan membantu banyak dalam mempertahankan sikap dada
yang lapang serta tulang belakang yang terangkat
10. Kedua lengan harus dapat bergerak
dengan bebas dan tidak terasa kaku
11. Hindari gerakan-gerakan yang
mencerminkan rasa gugup seperti menggosok¬-gosokkan ibu jari, mengepalkan
tangan, meraba-raba pakaian, mengusap-usap rambut dan sebagainya
12. Hindari kebiasaan mengangkat dagu
saat membidik nada tinggi.
Beberapa latihan praktis untuk
membentuk sikap tubuh yang baik :
1. Sikap berdiri/duduk yang tegak
(bayangkan diri anda sebagai seorang raja atau ratu yang tengah berjalan dengan
angkuh)
2. Kedua tumit tidak saling menempel
3. Kedua kaki terpisah dengan jarak kurang
lebih 15 cm. Salah satu kaki dapat diletakkan di sebelah depan dengan jari-jari
kaki dalam posisi normal
4. Secara perlahan bersandar ke depan
pada telapak kaki dan kemudian kembali ke posisi semula yaitu pada tumit.
Temukan posisi berdiri yang terbaik dengan mencari titik tengah diantara tumit
dan telapak kaki
5. Tundukkan kepala hingga menyentuh
dada dan perhatikan bahwa antara leher dan tulang belakang sekarang terpisah
6. Membayangkan kepala seolah-olah
tergantung di langit-langit kamar dan terlepas dari tubuh
7. Memutar kepala ke kiri dan ke kanan
dengan tujuan melemaskan persendian leher
8. Menggerakkan lengan secara terpisah,
seolah-olah sedang mengibas-ngibaskan air pada telapak tangan dan lengan
9. Menggerakkan kaki, seolah-olah
sedang mengibas-ngibaskan air pada telapak kaki
10. Melompat dengan tujuan mengendurkan
semua ketegangan pada persendian dan otot
11. Melenturkan bahu dan leher dengan
cara menundukkan dan menengadahkan leher ke depan dan ke belakang
12. Melenturkan lutut dengan cara
menekuk lutut
13. Menggerakkan tumit naik dan turun
sambil menjulurkan tangan ke atas sejauh mungkin seolah-olah hendak memetik
buah yang berada di luar jangkauan
14. Membayangkan tubuh seperti sebuah
genta besar yang berayun-ayun dari kiri ke kanan
Pernafasan dengan menggunakan diafragma :
1. Diafragma dalam posisi rileks adalah
otot yang berbentuk menyerupai kubah yang terletak memanjang pada bagian bawah
tulang rusuk. Ketika paru-paru dipenuhi dengan udara, diafragma memipihkan
dirinya sehingga memungkinkan tersedianya ruang tambahan untuk pengambilan
udara. Karena diafragma melekat pada bagian bawah tulang rusuk manusia, maka
otot-otot intercostal (otot-otot diantara tulang¬tulang rusuk) juga turut
mengembang. Pada saat pengambilan udara diafragma berubah memipih dan bergerak
turun ke bawah sehingga mendorong organ-organ tubuh yang berada di bawahnya
mengembang keluar. Karena itulah para penyanyi disarankan untuk menghindari
makan besar sebelum bernyanyi
2. Pada saat mengambil nafas rongga
perut bergerak mengembang ke segala arah terutama ke samping dan ke belakang.
Pengambilan nafas dapat dilakukan dengan menggunakan mulut dan hidung secara
bersamaan seakan-akan membayangkan sedang mencium harumnya bunga. Namun pada
bagian-bagian lagu yang tidak memberikan jeda yang cukup, maka kita hanya dapat
mengambil nafas dengan menggunakan mulut. Sedangkan pada bagian lagu yang
memberikan jeda yang cukup panjang, disarankan menggunakan hidung (lebih
higienis) dan mulut secara bersamaan
3. Pada waktu menghirup udara, posisi
dada tetap dalam keadaan rata dan terasa bergerak melebar ke samping.
Perhatikan bukan membusung atau bergerak ke atas!
4. Pada waktu sedang menghirup nafas,
perhatikan bahwa bahu samasekali tidak bergerak naik, ke depan ataupun ke
belakang
5. Otot tulang belakang dan tulang
belakang berfungsi menahan agar rongga perut yang mengembang tersebut tidak
segera mengendur. Dalam menahan agar perut tetap kencang, jangan sekali-kali
menggunakan otot-otot bahu
6. Pangkal tulang belakang (daerah
ekor) bergerak ke bawah sedalam-dalamnya dan tetap dipertahankan demikian
selama proses menahan udara
7. Pada waktu mengambil nafas
dalam-dalam maka secara otomatis langit-langit lunak akan bergerak ke atas dan
sebaliknya jakun bergerak ke bawah. Posisi terbuka seperti ini merupakan posisi
bernyanyi yang benar
8. Pada saat sedang bernyanyi, udara
yang telah diambil tadi dikeluarkan kembali secara teratur dengan senantiasa
mempertahankan kondisi rongga perut yang tetap kencang dan bukan tegang
9. Empat hal yang perlu diingat
baik-baik dalam melatih pernafasan adalah : (1) postur tubuh yang terkoordinasi
dengan baik perlu tetap dipertahankan, (2) pengambilan nafas yang benar
tidaklah berbunyi, (3) pada saat mengeluarkan udara posisi dada harus tetap
dijaga, (4) pada setiap pengambilan nafas tulang-tulang rusuk di bagian bawah
haruslah mengembang
Beberapa latihan praktis untuk pernafasan :
Menghirup udara :
1. Sikap berdiri tegak
2. Salah satu tangan berada di pinggang
3. Tangan lainnya menekan pusar
4. Dengan meniru bentuk mulut ikan
hirup udara pelan-pelan dengan menggunakan hidung dan mulut. Bayangkan bahwa
anda sedang mencoba mengenali aroma suatu parfum
5. Selama proses pengisian udara
berlangsung bayangkan bahwa tubuh anda ibarat balon yang mengembang karena
diisi udara
6. Menahan udara yang telah diambil
dengan rileks (posisi tubuh yang mengembang) dan menggerakkan kepala ke kiri
dan ke kanan secara perlahan
Mengeluarkan udara :
1. Mengeluarkan udara yang telah
diambil dengan menggunakan konsonan “sh”
2. Menenangkan seorang bayi yang sedang
menangis
3. Menirukan bunyi lebah
4. Membayangkan sedang meniup balon
yang melayang di udara agar tidak terjatuh ke tanah.
6. Tangga Nada
Tangga
nada adalah
urutan nada yang disusun secara berjenjang. Misalnya, do, re, mi, fa, sol, la,
si, do. Dalam seni musik tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada
diatonis dan pentatonis, yang masing-masing memiliki pengertian yaitu:
a.
Tangga Nada Diatonis
Tangga nada diatonis
adalah tangga nada yang mempunyai dua jarak tangga nada, yaitu satu dan
setengah. Nada-nada pada piano dan organ termasuk sistem diatonis. Tangga nada
diatonis ada beberapa macam sebagai berikut.
a) Tangga Nada Diatonis Mayor Tangga nada mayor adalah tangga nada diatonis yang susunan nada-nadanya berjarak 1–1–1/2–1–1–1–1/2. (seni musik wahyu Purnomo) Contoh: b) Tangga Nada Minor
Tangga nada minor adalah tangga nada diatonis
yang susunan nadanadanya berjarak 1–1/2–1–1–1/2–1–1. Tangga nada minor
dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
(1) Tangga Nada Minor Asli
Tangga nada minor asli hanya memiliki
nada-nada pokok dan belum mendapat nada sisipan. Musik Gregorian merupakan
bentuk khas yang menggunakan tangga nada ini. Berikut ini, tangga nada minor
asli.
(2) Tangga Nada Minor Harmonis
Tangga nada minor harmonis adalah tangga
nada minor yang nada ke tujuhnya dinaikkan setengah laras. Dalam tangga nada
ini, deretan naik dan turun tetap sama. Berikut ini, tangga nada minor
harmonis.
(3) Tangga Nada Minor Melodis
Tangga nada minor melodis adalah tanga
nada minor asli yang nada ke-6 dan ke-7 dinaikkan setengah laras. Pada saat
turun, nada ke-6 dan ke-7 tersebut diturunkan ½ laras. Berikut ini, tangga nada
minor melodis.
b.
Tangga Nada Pentatonis
Tangga nada pentatonis
adalah jenis tangga nada yang hanya memakai lima nada pokok. Ragam tangga nada
pentatonis dibedakan oleh jarak antarnada serta pilihan nada yang didengar.
Berdasarkan nadanya, ada tangga nada yang menggunakan pelog dan slendro. Contoh
alat musik yang menggunakan tangga nada ini adalah gamelan.
Selain
itu, Tangga nada mayor terdiri dari 7 nada dan memiliki jarak/interval nada: 1
– 1 – ½ – 1 – 1 – 1 – ½
Contoh tangga nada C mayor : C – D – E – F – G – A – B – C • Tangga nada minor
Tangga
nada minor memiliki jarak/interval nada : 1 – ½ – 1 – 1 – ½ – 1 – 1
Contoh tangga nada C minor : A – B – C – D – E – F – G – A • Tangga nada pentatonic
Tangga
nada pentatonic memiliki jarak/interval nada : 1½ – 1 – 1 – 1½ – 1
Contoh tangga nada C pentatonic : C – D# – F – G – A# – C • Tangga nada Cm harmonic
Tangga
nada harmonic memiliki jarak/interval nada : 1 - ½ - 1 – 1 – ½ – 1½ – ½
Contoh tangga nada Cm harmonic : C – D – Eb – F – G – A – B – C • Tangga nada Cm melodic
Tangga
nada melodic memiliki jarak/interval nada : 1 – ½ – 1 – 1 – 1 – ½ – 1
Contoh tangga nada Cm harmonic : C – D – Eb – F – G – A – B – C • Tangga nada C7 blues
Tangga
nada Blues memiliki jarak/interval nada : 1 – 1 – ½ – 1 – 1 – ½ – 1
Contoh tangga nada Cm harmonic : C – D – Eb – F – G – A – B – C • Tangga nada diminished (8 note)
Tangga
nada diminished memiliki jarak/interval : ½ – 1 – ½ – 1 – ½ – 1 – ½ – 1
Contoh tangga nada D harmonic : C – Db – Eb – E – Gb – G – A – Bb – C • Tangga nada dominant (8 note)
Tangga
nada dominant memiliki jarak/interval : 1 – ½ – 1 – ½ – 1 – ½ – 1 – ½
Contoh tangga nada C dominant : C – D – Eb – F – Gb – Ab – Bb – B – C
7.
The
Crescendo
Kadang kita mendapat sebuah gambar dalam sebuah partitur
musik , kira kira gambarnya seperti ini .
Tanda yang bagian bawah bernama crescendo yang artinya semakin keras , yang artinya cara memukul nada nada tersebut dari yang lembut menuju semakin keras. Tanda yang berikut adalah kebalikannya yaitu decrescendo yang artinya dari yang keras menuju lenbut . Sedangkan kekuatan atau kelembutan , tergantung pada tema lagu yang bersangkutan. Crescendo lawannya adalah decrescendo , sedangkan lawannya lagi , yang benar benar lawan adalah tanda diam atau tidak memukul apapun. Tanda diam dalam piano ada beberapa macam , yaitu tanda diam 4 ketuk , 2 ktuk , 1 ketuk , setengah ketuk ,seperempat ketuk , dan seperdelapan ketuk , kalau digambarkan seperti ini.
8. Performance
Music performance adalah ungkapan dari ekspresi
musik. Seringkali sebuah komposisi musik yang dipersembahkan memiliki struktur dan instrumentasi yang memuaskan si
komponisnya. Performance dapat berupa latihan-latihan rutin dan improvisasi.
Improvisasi adalah ide yang dibuat tanpa direncanakan terlebih dahulu dalam
bermain musik.
Sementara itu latihan rutin adalah pengulangan yang kuat dari ide sampai
mencapai titik kohesi. Musisi kadang-kadang menambahkan improvisasi untuk menghasilkan performance yang unik.
Banyak budaya tradisional yang mempersembahkan performance untuk solois seperti beberapa musik-musik klasik India dan musik tradisional barat. Pada budaya yang lain seperti musik Bali, lebih kepada performance untuk grup yang dimainkan oleh banyak orang. Sementara budaya yang lainnya mencampurkan keduanya.
9. Konduktor
(music)
Istilah
Dirigen (Belanda : dirigent; Inggris ; conductor) diartikan
sebagai pemimpin dan pelatih (dalam hal ini, yang dimaksud adalah memimpin dan
melatih sekelompok pemain musik atau paduan suara untuk memainkan karya musik).
Jadi dirigen
atau konduktor adalah orang yang memimpin sebuah
pertunjukan musik/koor melalui gerak isyarat. Orkestra dan paduan suara
biasanya dipimpin oleh seorang dirigen. Seperti pada setiap cabang musik,
dirigen adalah sebuah keterampilan yang harus diolah dengan hati-hati.
Seseorang dirigen harus bisa memberikan latihan teknis dalam mempersiapkan
suatu pergelaran, sekaligus memberikan penafsiran yang tepat untuk
masing-masing lagu yang akan dinyanyikan. Disamping itu seseorang dirigen harus
mampu menguasai musik secara teknis sehingga apabila menghadapi
kesulitan-kesulitan yang dialami oleh anggota kelompok yang dipimpinnya dan
dapat segera memberikan jalan keluar.
Dirigen
atau Conductors menggunakan jenis musik bahasa isyarat yang terdiri dari
tangan, lengan dan gerak-gerik wajah daripada bicara untuk berkomunikasi dengan
musisi (peserta paduan suara) dalam ansambel. Menjadi seorang dirigen adalah
pekerjaan yang tidak mudah karena diperlukan syarat-syarat yang harus
dipenuhinya, baik secara fisik maupun mental. Adapun syarat-syarat tersebut
adalah
Syarat-syaratseorang
Dirigen/ Conductor yang baik :
a.
Seorang Dirigen harus Berwibawa
Seorang
dirigen harus mempunyai wibawa yang memadai, karena dia harus memimpin sekian
puluh orang yang harus taat kepada aturan-aturan (baik teknis maupun naskah
lagu) Sebagai seorang pemimpin dia harus mampu memberi sugesti dan motivasi
kepada anggota kelompok yang dipimpinnya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan
yang dihadapi.
b. Seorang Dirigen harus Musikal
Seorang
dirigen harus mempunyai bakat musik yang memadai misalnya : mempunyai kepekaan
untuk merasakan Picth yang kurang pas/kurang tepat. Segera tahu faktor-faktor kesulitan pada sebuah lagu
/karya musik dan dapat memberikan jalan keluar yang tepat.
c. Seorang Dirigen Mempunyai Pengetahuan Musik
Seorang dirigen harus mempunyai pengetahuan musik yang
baik misalnya secara teknis tentang teori musik (akord-akord, bentuk-bentuk,
musik, orkestrasi dll.) bahkan tidak jarang seseorang komponis juga merangkap
sebagai seorang dirigen. Dengan pengetahuan musik yang lengkap tadi diharapkan
dalam menyajikan suatu karya musik tidak mengalami salah penafsiran.
d. Seorang Dirigen harus Mempunyai Imajinasi
Seorang dirigen dengan kemampuan imajinasi yang baik
harus bisa mengungkapkan / mengekspresikan pesan-pesan yang ada pada catatan
musik/partitur tersebut menjadi sajian musik yang bisa dimengerti penontonnya.
e. Seorang Dirigen harus Sehat
Seorang dirigen yang menjadi tumpuan dari sekian banyak
anggota kelompok yang dipimpinnya. Dalam memimpin suatu pertunjukan musik atau
koor, Ia akan berdiri terus menerus dan akan melakukan berbagai gerakan tangan.
Dan pandangannya harus merata ke semua pemain musik atau paduan suara.
f. Seorang
Dirigen harus tampak simpatik
Seorang dirigen hendaknya berpakaian rapi dan
penampilannya meyakinkan. Karena
semua pemain musik atau peserta koor, bahkan penonton akan selalu memandangnya.
Baton atau tongkat dirigen
Ketika memimpin sebuah pertunjukan musik atau koor,
seorang dirigen biasanya memegang tongkat dirigen atau disebut juga baton. Tongkat tersebut hampir serupa dengan lidi dan biasanya
diberi warna putih dengan panjang tidak lebih dari 60 cm. Baton berfungsi
sebagai penyambung tangan dirigen karena baton tidak diperlukan apabila dirigen
memimpin ensambel kecil/kelompok paduan suara kecil yang anggotanya kurang dari
50 orang. Baton baru terasa fungsinya apabila kita memimpin orkestra/ensambel
besar dengan jumlah anggota yang banyak (lebih dari 50 orang).
Penampilan seorang dirigen dalam memimpin paduan suara
atau kelompok ensambel lainnya harus jelas, tegas dan dapat dilihat oleh semua
anggota kelompok yang dipimpinnya. Cara-cara seseorang dirigen dalam memimpin
adalah sebagai berikut
a. Posisi Berdiri
Badan lurus posisi salah satu kaki sedikit maju. Kedua tangan kira-kira di depan dada dengan posisi siku
disamping kiri badan. Posisi tangan kanan boleh sejajar dengan tangan kiri atau
sedikit lebih tinggi.
b. Gerak Tangan
Pembagian tugas tangan kanan adalah memberi tempo, sedang
tangan kiri memberikan dinamika. Pada hitungan pertama musik, gerakan tangan
selalu mengarah ke bawah (jatuh), sedangkan hitungan terakhir selalu mengarah
ke atas.
c. Aba-aba
dalam memberi aba-aba kita harus mengetahui tanda metrum
lagu tersebut. Berikut ini pola gerakan tangan saat memberi aba-aba sesuai
dengan tanda metrum.
Pola gerakan
birama 2/4
Pola gerakan birama 3/4
Pola gerakan birama 4/4
Pola gerakan birama 6/8
10. Genre
music serta penggunaannya
Secara umum, musik dikelompokkan
menurut kegunaannya, yang dapat dikelompokkan dalam tiga ranah besar, yaitu
Musik Seni, Musik Populer, dan Musik Tradisional. Di sini akan dibahas genre
musik berdasarkan tiga ranah tersebut.
a.
Musik Seni (Art Music)
Musik Seni atau sering disebut juga Musik Serius dan
musik-musik sejenis (musik avant garde, kontemporer)adalah sebuah istilah
pengelompokan jenis musik yang mengacu pada teori bentuk musik Klasik Eropa
atau jenis-jenis musik etnik lainnya yang di serap atau diambil sebagai dasar
komposisinya. Berbeda dengan musik Populer atau musik masa, musik jenis ini
biasanya tidak lekang dimakan waktu, sehingga bertahan berabad-abad lamanya.
1) Musik Klasik
Musik klasik biasanya merujuk pada musik klasik Eropa, tapi
kadang juga pada musik klasik Persia, India, dan lain-lain. Musik klasik Eropa
sendiri terdiri dari beberapa periode, misalnya barok, klasik, dan romantik.
Musik klasik merupakan istilah luas, biasanya mengacu pada
musik yang berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik
orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.
Musik klasik Eropa dibedakan
berdasarkan dari bentuk musiknya, non-Eropa dan musik populer terutama oleh
sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak abad ke-16. Beberapa seniman
musik klasik dunia antara lain adalah Bach, Handel, Mozart, Haydn, dan
Beethoven.
2) Musik Populer (Popular Music)
Musik Populer merupakan jenis-jenis musik yang saat ini
digemari oleh masyarakat awam. Musik jenis ini merupakan musik yang sesuai
dengan keadaan zaman saat ini, sehingga sesuai di telinga kebanyakan orang.
Beberapa genre musik yang termasuk kedalam musik popular adalah Jazz, Gospel,
Blues, Rhythm and Blues, Funk, Rock, Metal, Electronic, Reggae, Hip Hop,
Pop, Latin, Country.
a) Jazz
Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues,
ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah
Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth
jazz, dan CafJazz. Musisi yang menggunakan genre Jazz adalah Bob James.
b) Gospel
Gospel adalah genre yang didominasi oleh vokal dan biasanya
memiliki tema Kristen. Beberapa subgenrenya adalah contemporary gospel dan
urban contemporary gospel. Saat ini pengertian musik gospel telah meluas menjadi
genre musik rohani secara keseluruhan. Di Indonesia, musik gospel beraliran pop
dan rock banyak dipopulerkan oleh musisi seperti Franky Sihombing.
c) Blues
Blues berasal dari masyarakat Afro-Amerika yang berkembang
dari musik Afrika barat. Jenis ini kemudian memengaruhi banyak genre musik pop
saat ini, termasuk ragtime, jazz, big band, rhythm and blues, rock and roll,
country, dan musik pop. Contoh musisi yang menggunakan genre musik Blues adalah
mendiang Ray Charles.
d) Rhythm and Blues (R&B)
Rhythm and blues adalah nama musik tradisional masyarakat
Afro-Amerika, yaitu musik pop kulit hitam dari tahun 1940-an sampai 1960-an
yang bukan jazz atau blues. Musisi musik R&B adalah NeYo.
e) Funk
Funk juga dipelopori oleh musisi-musisi Afro-Amerika,
misalnya James Brown, Parliament-Funkadelic, dan Sly and the Family Stone.
Musik jenis Funk ini biasanya memiliki nada beat groovy, suatu rhythm yang
membuat pendengarnya berdecak mengikuti irama. Oleh karena itu, dalam banyak
hal, funk sering disamakan dengan groovy. Grup band yang menggunakan genre
musik funk adalah Green Day.
f) Rock
Rock, dalam pengertian yang paling luas, meliputi hampir
semua musik pop sejak awal 1950-an. Bentuk yang paling awal, rock and roll,
adalah perpaduan dari berbagai genre di akhir 1940-an, dengan musisi-musisi
seperti Chuck Berry, Bill Haley, Buddy Holly, dan Elvis Presley. Hal ini
kemudian didengar oleh orang di seluruh dunia, dan pada pertengahan 1960-an
beberapa grup musik Inggris, misalnya The Beatles, mulai meniru dan menjadi
populer.
g) Metal
Metal merupakan aliran musik yang lebih keras dibandingkan
dengan Rock walau terdapat juga band metal yang memiliki lagu dengan nyanyian
yang terkesan slow. Grup band yang menggunakan genre metal adalah Asking
Alexandria.
h) Electronic
Electronic dimulai lama sebelum ditemukannya synthesizer,
dengan tape loops dan alat musik elektronik analog di tahun 1950-an dan
1960-an. Para pelopornya adalah John Cage, Pierre Schaeffer, dan Karlheinz
Stockhausen.
i)
Reggae
Awalnya disebut ska, yaitu perpaduan musik R&B dan musik
tradisional mento dari Jamaika, kemudian musik ska ini berkembang menjadi musik
Reggae. Contoh band yang menggunakan genre musik Reggae adalah Steven And
Coconut Treez.
j)
Hip
Hop
Musik hip hop dapat dianggap sebagai subgenre R&B.
Dimulai di awal 1970-an dan 1980-an, musik ini mulanya berkembang di pantai
timur AS, disebut East Coast hip hop. Pada sekitar tahun 1992, musik hip hop
dari pantai barat juga mulai terkenal dengan nama West Coast hip hop. Jenis
musik ini juga dicampur dengan heavy metal menghasilkan rapcore. Contoh
musisi yang menggunakan genre musik Hip Hop adalah Jay-Z.
k) Pop
Musik pop adalah genre penting namun batas-batasnya sering
kabur, karena banyak musisi pop dimasukkan juga ke kategori rock, hip hop,
country, dsb. Contoh musisi yang menggunakan genre musik pop adalah Celine
Dion.
C.
Musik Tradisional (Traditional Music)
Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat
secara turun temurun, dipertahankan bukan sebagai sarana hiburan saja,
melainkan ada juga dipakai untuk pengobatan dan ada yang menjadi suatu sarana
komunikasi antara manusia dengan penciptanya, hal ini adalah menurut
kepercayaan masing-masing orang saja. Musik tradisional merupakan
perbendaharaan seni lokal di masyarakat. Musik tradisional yang akan dibahas di
postingan ini hanya 2, yaitu musik Latin dan Country.
1.
Latin
Genre musik tradisional latin ini biasanya merujuk pada
musik Amerika latin termasuk musik dari Meksiko, Amerika Tengah, Amerika
Selatan, dan Karibia. Musik latin ini memiliki subgenre Samba.
2.
Country
Musik tradisional country dipengaruhi oleh blues, dan
berkembang dari budaya Amerika kulit putih, terutama di kota Nashville.
Beberapa artis country awal adalah Merle Haggard dan Buck Owens.
Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang
berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun
1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh
unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok
dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an
membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan
gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh
dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer,
dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari
keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.
Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatope dari suara
permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan
didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis
dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat
populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.
11. Alat-alat
Musik
Kali ini Agan akan berbagi tentang Jenis-Jenis Alat Musik
Berdasarkan Cara Memainkannya.
Dalam tugasnya Agan mengambil contoh masing-masing 5 jenis alat musik dan Agan lengkapi dengan gambar dari alat musik tersebut. Berikut Jenis-Jenis Alat Musik Berdasarkan Cara Memainkannya; a. Alat musik tiup, yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara di tiup. Contoh : harmonica, recorder, tuba, seruling, flute, bason, horn, terompet, pianika, saksofon, clarinet dan lain-lain. b. Alat musik gesek, yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara digesek. Contoh : biola, rebab, cello, violin, kontra bas, viola dan lain-lain c. Alat musik petik, yaitu alat musik yang cara memainkannya dengan cara dipetik. Contoh : gitar, bas, mandolin, harpa, siter, banjo, sasando, ukulele, dan lain-lain. d. Alat musik pukul, yaitu alat musik yang cara memainkannya dengan cara dipukul. Alat musik pukul ada dua macam: 1) Alat musik pukul bernada Contoh : kulintang, perangkat gamelan, calung, vibraphone, arumba, xylophone, bellira, glockenspiel dan lain-lain. 2) Alat musik pukul tak bernada Contoh : gendang, ketipung, rebana, tamborin, symbal, tympani, triangle, kastanyet, gong, pauken, drum set dan lain-lain. e. Alat musik tekan, yaitu alat musik yang cara memainkannya dengan cara ditekan. Contoh : piano, organ, keyboard dan lain-lain.
![]() |
0 Komentar:
Posting Komentar